• KANAL BERITA

Beujek, Ojek Online Berbasis Koperasi

Pendaftaran driver Beujek di kantor ojek online di kawasan Colomadu Karanganyar. (suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)
Pendaftaran driver Beujek di kantor ojek online di kawasan Colomadu Karanganyar. (suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)

SOLO, suaramerdeka.com - Masyarakat Soloraya kini mempunyai banyak pilihan menggunakan jasa transpotasi online. Yang terbaru, sebuah badan usaha, Koperasi BeU Abadi Nusantara menyiapkan aplikasi ojek online dengan branding Beujek.

Rencananya, aplikasi diluncurkan 25 Januari, sekaligus untuk mengawali pelayanan pelanggan. "Bagi yang mengunduh aplikasi Beujek akan mendapatkan saldo Rp 50.000," kata Ketua BeUjek Jateng-DIY, Setyawan, Selasa (14/1).

Sambil menunggu peluncuran aplikasi, pihak manajemen mempersiapkan armada agar pengguna tidak lama menunggu. Jangan sampai nanti saat aplikasi bisa diunduh dan pemesanan sudah bisa dilakukan, tapi driver belum siap.

Beujek membuka pendaftaran driver bagi warga yang ingin menjadi anggota di kantornya di Colomadu, Karanganyar, 13-15 Januari. Tahap awal, targetnya 500 driver selama tiga hari pendaftaran. Manajemen menargetkan 300 hingga 500 driver di tiap daerah.

Pihak manajemen menjanjikan banyak manfaat jika bergabung dengan Beujek. Selain gratis dan tidak dipungut biaya, menurut Setyawan, pendaftar masih mendapatkan jaket dan helm. Lantaran dikelola koperasi, pendaftar tinggal membayar iuran pokok Rp 250.000,-, bisa dicicil Rp 10.000,-/hari melalui aplikasi.

Sementara iuran wajib Rp 30.000,-/bulan atau Rp 1.000,- per hari. Simpanan itu, lanjut dia, akan dikembalikan kepada para driver, misalnya dalam bentuk beras, oli mesin motor, dan sisa hasil usaha (SHU) setiap tahun.

Dalam operasinal di lapangan, pihak koperasi tidak memberlakukan potong tiap trip, tapi dalam bentuk setoran. Itu pun hanya diberlakukan selama 25 hari. "Karena dikelola dalam bentuk koperasi, maka kedudukan kami setara, tidak ada mitra dan tidak ada yang lebih atas," kata Iwan.

Meski baru, Iwan optimistis bisa bersaing dengan ojek online yang sudah lebih dulu beroperasi. Apalagi, manajemen menerapkan strategi khusus dengan mengajak kerja sama sekolah-sekolah untuk antar-jemput para siswa dan lembaga lainnya.

Salah satu Dewan Pengawas Koperasi BeU Abadi Nusantara, Bandung Joko Suryono mengatakan, pada tahap awal, BeUjek fokus pada layanan ojek online. "Kami datang bukan sebagai pesaing, tapi sebagai pilihan. BeUjek merupakan satu-satunya ojek online berbentuk koperasi," kata dia.

Melalui koperasi, dia berharap, ke depan BeUjek bisa mendorong pemberdayaan masyarakat dan memberi peluang kepada masyarakat mendapatkan pekerjaan dan penghasilan. "Ini juga salah satu cara untuk menjawab tantangan dalam mengatasi masalah tenaga kerja," kata Bandung.

Sementara itu dari sejumlah pendaftar, beberapa di antaranya sudah ada sudah punya akun dan bergabung di ojek online lain, seperti grab dan gojek, selain orang baru. Mereka bergabung di Beujek lantaran tertarik dengan konsep yang ditawarkan, yakni koperasi.

"Saya tertarik karena saya melihat sistemnya bagus. Ini ojek online tapi punya sistem yang tidak sepihak. Misal, tidak ada sistem putus mitra. Ke depan, semoga bisa sesuai harapan," kata Ari, kata salah satu pendaftar.


(Langgeng Widodo/CN40/SM Network)