• KANAL BERITA

Dukun Pengganda Uang Menghilang

Foto: suaramerdeka.com/Khalid Yogi
Foto: suaramerdeka.com/Khalid Yogi

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Dukun pengganda uang yang disebut Giri Rahmanto (36), tersangka kasus dugaan penggelapan dana nasabah BKK Eromoko (sekarang menjadi BKK Jateng), kabarnya menghilang. Giri mengaku kini tidak bisa menghubungi yang bersangkutan.

Sebelumnya, saat diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri, warga Dusun Sumber RT2 RW1 Desa Puloharjo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri itu mengaku membawa sebagian uang nasabah untuk digandakan ke seorang dukun.

Pengacara Giri, Ganis Wibowo mengatakan, dukun tersebut sebelumnya tinggal di Semarang. "Tapi sekarang orangnya (dukun pengganda uang) menghilang. Dihubungi tidak bisa," katanya, Selasa (14/1).

Dikatakan, dari Rp 2,7 miliar uang yang digelapkan, sebagian di antaranya dibawa ke dukun untuk digandakan. Namun, pihaknya belum bisa memastikan jumlah uang yang dibawa ke dukun tersebut.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Wonogiri, Giri kini ditahan di Rutan Kelas IIB Wonogiri. Pria itu akan menjalani pemeriksaan lagi Kamis mendatang (16/1). "Besok kamis klien saya akan diperiksa lagi," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Kejari Wonogiri menetapkan Giri Rahmanto (36), mantan karyawan BKK Eromoko menjadi tersangka. Pria itu diduga menggelapkan dana nasabahnya hingga Rp 2,7 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Wonogiri, Agus Irawan Yustisio mengungkapkan, tersangka mengaku sebagian uang yang diperolehnya dibawa ke dukun untuk digandakan. Namun, upaya itu ternyata tidak menghasilkan apa-apa.

Tersangka menggelapkan dana dari 45 rekening milik 28 nasabah. Aksinya itu dilakukan selama empat tahun, dari 2014-2017. Giri mendapat kepercayaan para nasabah Pasar Pracimantoro, pemilik toko pakaian, hingga pemilik warung.

Namun, uang yang dipercayakan kepadanya tidak semua disetorkan ke BKK. Sebagian uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi. Untuk menyakinkan korban, tersangka merekayasa buku tabungan, seolah-olah uang dari nasabah telah benar-benar disetorkan ke BKK.


(Khalid Yogi/CN40/SM Network)