• KANAL BERITA

BUMN Kantongi Sejumlah Perjanjian Bisnis dengan UEA

Foto setpres.setneg.go.id
Foto setpres.setneg.go.id

ABU DHABI, suaramerdeka.com – Dalam pertemuan bilateral antara Indonesia dengan Uni Emirat Arab pada forum Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW), telah ditandatangani sebanyak 11 perjanjian bisnis dan lima perjanjian Pemerintah.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang ikut mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerja ke Uni Emirat Arab, mengatakan pihaknya akan memastikan kerja sama antara BUMN dan Uni Emirat Arab ini bisa berjalan dengan baik dan dapat memenuhi target yang sudah ditetapkan.

Perjanjian itu antara lain di bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset dengan estimasi total nilai investasi hingga US$22,89 miliar atau sekitar Rp314,9 triliun.

"Alih teknologi juga terjadi sehingga hasilnya win-win bagi kedua belah pihak," ujar Erick dalam keterangannya, Selasa (14/1)

Beberapa BUMN yang bekerja sama dengan pihak UEA antara lain PT Pertamina, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Tiga BUMN ini menandatangani kesepakatan dengan mitra kerjanya masing-masing.

Pertamina bekerja sama dengan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), yaitu perusahaan migas yang dibangun 1971 dan memiliki cadangan minyak terbesar nomor tujuh di dunia. Pertamina juga bekerja sama dengan Mubadala Petroleum, yaitu perusahaan eksplorasi dan produksi minyak dan gas hulu internasional terkemuka.

Mubadala disebut mengelola aset dan operasi migas hingga mencakup 10 negara dengan fokus geografis utama di kawasan Timur Tengah, Afrika Utara, Rusia, dan Asia Tenggara.
 
Sementara itu, Inalum bekerja sama dengan Emirates Global Aluminium (EGA) yaitu, sebuah produsen 'Aluminium Premium' terbesar di dunia.

Sedangkan PT PLN bekerja sama dengan Masdar yang merupakan perusahaan energi baru terbarukan (EBT) yang berbasis di Abu Dhabi, UEA. Kerja sama antara PLN dan Masdar ini di antaranya dalam pembangunan proyek PLTS Terapung (Floating PV) di Waduk Cirata, Jawa Barat yang akan menjadi PLTS terbesar di Asia Tenggara.

"Selain dengan Persatuan Emirat Arab, akan ada lagi kerja sama investasi dengan negara lain. Saya senang tingkat kepercayaan mitra strategis luar negeri terhadap BUMN-BUMN Indonesia semakin meningkat karena perusahaan dikelola dengan baik, transparan dan mengedepankan GCG (Good Corporate Governance)," tutup Erick.


(Viva/CN19/SM Network)