• KANAL BERITA

BST Jadi Media Iklan, Tarif Koridor 1 Termahal

MEDIA IKLAN : Bus Batik Solo Trans (BST) dirancang menjadi media iklan luar ruang. (suaramerdeka.com / Yusuf Gunawan)
MEDIA IKLAN : Bus Batik Solo Trans (BST) dirancang menjadi media iklan luar ruang. (suaramerdeka.com / Yusuf Gunawan)

SOLO, suaramerdeka.com – Pemkot Surakarta merancang Batik Solo Trans (BST) sebagai media iklan luar ruang dengan tarif sesuai ketentuan. Beberapa bagian bodi bus tersebut disewakan kepada pelaku usaha yang ingin mempromosikan produk mereka.

Besaran tarif berbeda-beda, tergantung titik pemasangan iklan dan koridor BST yang dipilih. "Seluruh bus BST di koridor 1, 2, dan 3 bisa menjadi media <I>branding<P>," kata Kepala UPT Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) M Yulianto, Minggu (5/1).

 "Koridor 1 memang paling tinggi tarifnya, karena rute melewati Bandara Solo Adisoemarmo. Pemasangan di seluruh titik bisa mencapai Rp 10 juta untuk waktu tertentu. Untuk koridor 2 dan 3 selisih tarifnya bisa berkisar Rp 1 juta dibanding koridor 1."

Titik penempatan iklan bisa pada bagian luar dan dalam bus. Khusus bagian luar, iklan bisa ditempatkan di samping dan belakang bus.  Sementara untuk bagian dalam meliputi bagian kaca/mika,  hand grip  serta sarung kursi penumpang. "Bentuknya stiker yang akan ditempelkan di titik-titik tersebut," jelas Yulianto.

Namun khusus iklan rokok dan minuman keras, Pemkot tidak mengizinkannya untuk ditempel di BST. Kepala UPT itu mengklaim, penggunaan bodi BST sebagai media iklan tersebut diharapkan mampu menunjang operasional UPT Transportasi. "Misalnya perawatan armada-armada baru, seperti bus atau <I>feeder<P> BST, yang belum dioperasionalkan serta kebutuhan pendukung lainnya," kata dia.

Uji coba pemanfaatan BST sebagai media iklan sudah dilakukan Pemkot sejak tahun lalu. "Perolehannya berkisar Rp 150 juta. Kami juga mendapatkan respons positif dari beberapa  vendor , yang terus ditindaklanjuti sampai sekarang," kata Yulianto.


(Agustinus Ariawan/CN26/SM Network)