• KANAL BERITA

Digarap 13 Tahun, Proyek JLS Telan Rp 250 Miliar

RESMIKAN: Proses peresmian dilakukan langsung di Jalan Lingkar Selatan (JLS). (suaramerdeka.com/Beni Dewa)
RESMIKAN: Proses peresmian dilakukan langsung di Jalan Lingkar Selatan (JLS). (suaramerdeka.com/Beni Dewa)

PATI, suaramerdeka.com -  Proyek jalan lingkar selatan (JLS) di Desa Sukokulon, Kecamatan Margorejo, Pati akhirnya rampung setelah digarap secara bertahap sejak 13 tahun lalu. Jalan sepanjang 12,38 kilometer kini mulus menjadi empat lajur sebagai alternatif jalan nasional Pati-Rembang.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII ( BBPJN VII) Semarang Akhmad Cahyadi didampingi Bupati Pati Haryanto memimpin langsung peresmian tersebut. Akhmad Cahyadi mengatakan proses penuntasan jalan lingkar selatan (JLS) membutuhkan perjuangan panjang.

‘’Prosesnya hingga 13 tahun baru tuntas sekarang ini. Dimulai 2006 Pemkab Pati membebaskan lahan dan dilanjutkan penimbunan serta pemadatan secara bertahap. Barulah Kementerian PUPR melanjutkan pada 2007 lalu dan tuntas pada 2019 ini,’’ katanya.

Sementara itu Bupati Pati Haryanto mengatakan dengan empat lajur, JLS akan mengurangi beban kepadatan akses di dalam kota. ‘’Kami membayangkan jika kendaraan besar lewat jalan kota tentu sangat rawan. Namun dengan JLS empat lajur tentu akses kota lebih nyaman. Tidak ada lagi kendaraan berat masuk kota,’’ kata Haryanto

Proyek JLS dimulai dari Desa Sokokulon, Kecamatan Margorejo hingga keluar di Desa Widorokandang, Kecamatan Kota dibangun menjadi empat lajur dengan lebar total 20 meter. Anggaran yang dibutuhkan total hampir Rp 250 miliar. Yakni untuk konstruksi Rp 229 miliar dan pembebasan lahan Rp 17 miliar.

 ‘’Jalan ini kami desain sedemikian rupa sesuai standar sehingga kendaraan berat dapat melewati dengan aman dan nyaman. Dengan begitu kami berharap dengan dibangunnya JLS dapat mengurangi kepadatan lalu lintas terutama kendaraan berat dan angkutan barang yang melewati Kota Pati,’’ujar Akhmad Cahyadi .

Dikatakan, keberadaan JLS bermanfaat mengurangi jarak tempuh kendaraan kecil dan besar. Bila melewati jalan kota, kendaraan ditaksir membutuhkan waktu sekitar 25 menit, namun jika via JLS hanya butuh waktu sekitar 10 menit dari Sukokulon hingga Widorokandang.

Jalan lingkar tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan perekonomian, baik perumahan aktivitas usaha, seperti SPBU, rumah makan maupun mendukung akses tempat wisata. ‘’Sehingga bisa menumbuhkembangkan wilayah Pati bagian Selatan,’’ kata Cahyani.


(Beni Dewa/CN39/SM Network)