• KANAL BERITA

Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Tegal Memprihatinkan

TEATRIKAL : Memperingati Hari AIDS Sedunia, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tegal mengadakan sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS di depan pintu gerbang pintu kompleks perkantoran Setda Kabupaten Tegal atau Alun-Alun Hanggawana, Slawi , Minggu  (15/12).  (suaramerdeka.com/Cessnasari)
TEATRIKAL : Memperingati Hari AIDS Sedunia, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tegal mengadakan sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS di depan pintu gerbang pintu kompleks perkantoran Setda Kabupaten Tegal atau Alun-Alun Hanggawana, Slawi , Minggu (15/12). (suaramerdeka.com/Cessnasari)

SLAWI, suaramerdeka.com - Perkembangan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Tegal makin memprihatinkan. Hingga November 2019 terdapat 1.040 kasus dimana 608 kasus HIV dan 432 kasus AIDS. Kasus itu tersebar di seluruh kecamatan, sehingga tidak ada kecamatan nihil dari kasus HIV/AIDS.

Kepala Bidang Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit  (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Amat Kiswandi menambahkan, pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Tegal didominasi ibu rumah tangga.

‘’Kasus HIV/AIDS yang diidap ibu rumah tanggga 26 persen. Bisa jadi  tertular dari  suami,’’ katanya saat sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS di Alun-Alun Hanggawana Slawi, Minggu (15/12).

Selain itu, kata dia, yang memprihatinkan HIV/AIDS juga banyak ditemukan pada kaum lelaki yang melakukan hubungan seksual dengan lelaki (LSL). ‘’Pada 2019 KPA menemukan 14 kasus HIV/AIDS akibat hubungan sesama jenis, antara lelaki dan lelaki,’’ katanya.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kabupaten Tegal, Muhtadi selaku Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tegal, mengatakan temuan 1.040 kasus HIV/AIDS dari 36 ribu sampel darah, artinya 1 banding 36 terkena HIV/AIDS. ‘’Ini sangat memprihatinkan,’’ kata Muhtadi.

Mantan Camat Dukuhturi ini menyebutkan, penyebaran HIV/AIDS ditemukan di seluruh kecamatan  di Kabupaten Tegal , 18 kecamatan. Kasus paling banyak ditemukan di wilayah Kecamatan Adiwerna dengan 48 kasus.

‘’Tidak ada kecamatan yang nihil (HIV/AIDS) . Ini seperti fenomena gunung es. Kelihatannya 1.040 , tapi yang belum terdeteksi jumlahya lebih besar,’’ katanya.

Menurutnya, jika dilihat dari segi usia, sebagian besar penderita HIV/AIDS di Kabupaten Tegal  berasal dari kalangan usia produktif, antara 20 tahun sampai 40 tahun. Adapun, jumlah penderita yang meninggal sampai 75 orang.

Kegiatan sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS di Alun-Alun Hanggawana merupakan rangkaian peringatan Hari AIDS Sedunia. Pada kegiatan itu diadakan pelayanan konsultasi dan tes HIV secara sukarela (VCT) untuk masyarakat umum.

KPA Kabupaten Tegal bersama Dinas Kesehatan dan para pegiat penanggulanan HIV/AIDS baik LSM,  komunitas, kelompok dukungan sebaya  (KDS)  menyebarluaskan informasi tentang HIV/AIDS. Melalui teatrikal dan leaflet yang dibagikan, mereka mensosialisasikan tentang HIV/AIDS, cara penularan, pencegahan penyakit dan pengobatannya.


(Cessnasari/CN39/SM Network)