• KANAL BERITA

Genjot Taman, Bupati Yuni Targetkan Raih Adipura 2020

TAMAN MAGERU:  Bupati Yuni didampingi tiga ketua RT menandatangani prasasti saat meresmikan Taman Mageru di Kelurahan Plumbungan, Minggu (15/12). (SM/Anindito AN)
TAMAN MAGERU: Bupati Yuni didampingi tiga ketua RT menandatangani prasasti saat meresmikan Taman Mageru di Kelurahan Plumbungan, Minggu (15/12). (SM/Anindito AN)

SRAGEN, suaramerdeka.com  - Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati bertekad  meraih Adipura tahun depan. Untuk itu pihaknya gencar membangun taman dan ruang terbuka hijau serta mendorong pengelolaan sampah yang baik, melalui bank sampah.

‘’Taman Mageru ini belum selesai, tahun depan disempurnakan,’’ tutur Yuni saat meresmikan Taman Mageru, Kelurahan Plumbungan, Sragen Kota, Minggu (15/12).

Di lahan itu akan ditanami pepohonan, termasuk pohon tabebuya. Tanahnya akan dipaving block, sehingga menjadi ruang terbuka hijau yang nyaman. Ruang terbuka hijau di Sragen makin bertambah jumlahnya, setelah peresmian Taman Mageru itu.

 Bupati menargetkan meraih Adipura pada 2020. Untuk mendukung penilaian agar mendapatkan Adipura, masyarakat Kampung Mageru harus membuat bank sampah. Memilah sampah organik dan anorganik.  ‘’Sampah harus diolah dan bernilai jual,’’ kata Bupati Yuni.

Warga juga diminta tidak membuang sampah di sungai. Pemilik home industri dan warga, tidak diperbolehkan membuang sampah di sungai. Kebiasaan masyarakat membuat sampah dari atas jembatan, harus dihilangkan. ‘’Kalau perlu jembatannya akan saya pasangi jaring dan tulisan peringatan,’’ tegas Yuni.

Pemkab Sragen melalui Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga akan membagikan mobil pemungut sampah untuk Kelurahan Plumbungan untuk mendukung pengelolaan sampah di wilayah perkotaan bisa tertata dengan baik. ‘’Adipura bisa didapatkan dan masyarakat hidup lebih sehat,’’’ katanya.

Kepala Disperkim R Suparwoto menjelaskan pembangunan Taman Mageru membutuhkan dana APBD Sragen Rp 176 juta. Pembangunan itu meliputi lintasan lari atau jogging track sepanjang 98,7 m x lebar 2 meter, kamar mandi dan panggung ukuran 10 m x 5 m, serta pemasangan instalasi listrk dan sambungan air bersih dari PDAM Tirto Negoro. Untuk kebutuhan listrik dan PDAM akan ditangan secara swadaya masyarakat. 


(Anindito AN/CN39/SM Network)