• KANAL BERITA

Tanamkan Kecintaan Budaya pada Generasi Muda

Paguyuban Kesenian Suko Raras

IKUTI JALAN SEHAT : Anggota Paguyuban Kesenian Suko Raras mengikuti jalan sehat di kompleks RRI Semarang, Jalan Ahmad Yani, Minggu (15/12). (SM/Eko Fataip)
IKUTI JALAN SEHAT : Anggota Paguyuban Kesenian Suko Raras mengikuti jalan sehat di kompleks RRI Semarang, Jalan Ahmad Yani, Minggu (15/12). (SM/Eko Fataip)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Minimnya minat generasi muda akan seni budaya karawitan dan pedalangan menjadi tantangan bagi para pegiat seni dan pemangku kepentingan. Kecintaan terhadap seni budaya dianggap perlu ditanamkan sejak dini kepada mereka.

Ada banyak cara yang dilakukan. Paguyuban Kesenian Suko Raras misalnya, kerap melibatkan dalang-dalang muda dalam banyak kesempatan, terutama ketika menyelenggarakan pementasan wayang.

"Kami tidak jarang kolaborasi dengan kalangan mahasiswa. Sudah banyak yang kami lakukan untuk menumbuhkan kecintaan budaya kepada anak muda, termasuk anak-anak SD. Begitu juga dengan paguyuban sejenisnya yang mungkin punya komitmen sama," kata anggota Paguyuban Kesenian Suko Raras, Ki Jaka Winangun disela-sela kegiatan memperingati HUT ke-31 perkumpulan tersebut di kompleks RRI Semarang, Jalan Ahmad Yani, Minggu (15/12).

Jaka yang juga sebagai ketua panitia dalam kegiatan itu menuturkan, paguyuban ini dibentuk pada 1988 lalu. Kantor sekretariat paguyuban ini di Jalan Lamper Tengah Raya Nomor 614 Semarang. Anggotanya terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari pegawai negeri sipil, akademisi hingga pengusaha.

"Kesehariannya ada banyak kegiatan seperti pelatihan karawitan, tari dan pedalangan. Itu sebagaimana slogan kami nguri-nguri budaya. Tidak hanya semboyan, tetapi kami implementasikan secara nyata," ujarnya.

Paguyuban Suko Raras sudah diakui sebagai salah satu perkumpulan kesenian yang masih eksis hingga sekarang. Anggotanya tercatat sekitar 25 orang lebih, mayoritas berusia 40 tahun ke atas. "Setiap bulan kami mengadakan pertemuan rutin. Sesama anggota sudah layaknya kelurga sendiri, saling membantu dan gotong royong serta tidak mengenal suku, etnis maupun agama," imbuhnya.

Untuk makin menyemarakkan, pihaknya mengadakan sejumlah kegiatan seperti jalan sehat, anjangsana ke panti asuhan dan ziarah ke makam leluhur.

Adapun puncak kegiatannya akan dilangsungkan pementasan wayang kulit di auditorium RRI Semarang, 21 Desember mendatang dengan menghadirkan tiga dalang sekaligus. Ketiga dalang itu yakni Ki Bremara Sekar Wangsa, Ki Sigit Mursito dan Ivan Havis Widyantara.

Dia berharap, anggota paguyuban ini tetap aktif berkarya dan berkreasi, meski banyak dari mereka yang sudah tak lagi muda. "Apalagi pembina kami, Dr Sudharto MA sangat mendukung kegiatan kami, baik moral maupun meteriel," tuturnya.


(Eko Fataip/CN34/SM Network)