• KANAL BERITA

RS JIH-Morula IVF Kenalkan Fertility Tourism

Sejumlah petinggi RS JIH dan PT Morula Indonesia melakukan peletakan batu pertama menandai pembangunan gedung baru Morula IVF di RS JIH Sleman, kemarin. (suaramerdeka.com/Amelia Hapsari)
Sejumlah petinggi RS JIH dan PT Morula Indonesia melakukan peletakan batu pertama menandai pembangunan gedung baru Morula IVF di RS JIH Sleman, kemarin. (suaramerdeka.com/Amelia Hapsari)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Layanan bayi tabung, Morula IVF membuka cabang di RS JIH Yogyakarta. Pembangunan gedung akan dimulai awal tahun 2020, dan diperkirakan butuh waktu sekitar enam bulan dalam persiapannya. Fasilitas ini didirikan diatas lahan seluas 800 meter persegi dengan konsep dua lantai.

Direktur Scientific PT Morula Indonesia, Prof Arief Boediono mengatakan, ke depan arah pengembangan Morula IVF fokus pada fertility tourism. Sasarannya adalah pasien domestik maupun mancanegara untuk melakukan program bayi tabung di Yogyakarta.

"Pasien bayi tabung tidak sakit secara fisik. Namun yang lebih berat adalah beban psikologis, dan dengan konsep fertility tourism diharapkan bisa menjadikan pasien nyaman sehingga tingkat keberhasilan lebih tinggi," paparnya disela peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Morula IVF di RS JIH, kemarin.

Sebagaimana umumnya bisnis pariwisata, pihaknya juga akan bekerjasama dengan travel agen, serta menyiapkan paket-pekat terapi. Menurut Arief, sebagian besar pasangan suami istri yang belum punya keturunan cenderung memilih berobat ke negara lain seperti Singapura, Malaysia atau Tiongkok. Mereka berasumsi pelayanan di luar negeri lebih baik padahal Indonesia juga memiliki teknologi yang tinggi, dan hasilnya baik.

Secara umum, tingkat keberhasilannya 20-30 persen, sedangkan di Morula diklaim mencapai 40-50 persen. Sampai saat ini, sudah sekitar 4.100 bayi yang lahir dengan bantuan Morula Indonesia. Berkaitan infertilitas, dia menjelaskan penyebabnya tidak melulu dari pihak perempuan. "Dalam pembentukan embrio, sel telur dan sperma memiliki proporsi yang sama," terangnya.

Hasil studi menyebutkan, 30 persen infertilitas dikarenakan problem pada pihak perempuan 30 persen pada laki-laki, 30 persen faktor suami istri, dan sisanya yakni 10 persen tidak teridentifikasi. Dia pun berpesan kepada pasutri agar tidak serta-merta menjadikan bayi tabung sebagai opsi untuk memiliki keturunan. Sebaiknya, pasangan terlebih dulu menjalani terapi.

Presiden Direktur RS JIH, Mulyo Hartono menambahkan, pembangunan gedung baru ini sebagai jawaban atas permintaan pasar. "Selama ini, kami memberikan pelayanan di poli 4-5. Sekarang dirasa sudah saatnya untuk memperluas operasi karena permintaan pasar yang meningkat," ujarnya.

Pelayanan fertility tourism ini nantinya meliputi konseling awal melalui video call, penjemputan di bandara, paket pelayanan medis sesuai kebutuhan pasien, pilihan akomodasi sekelas hotel dan apartemen, dan paket perjalanan tur wisata di Yogyakarta.


(Amelia Hapsari/CN40/SM Network)