• KANAL BERITA

Peduli Lingkungan, Mahasiswa dan Dosen UBL Tanam Pohon di DAS Citarum

foto: suaramerdeka.com/Arif M Iqbal
foto: suaramerdeka.com/Arif M Iqbal

BANDUNG, suaramerdeka.com - Universitas Budi Luhur (UBL) Jakarta turut peduli terhadap lingkungan di daerah aliran sungai (DAS) Citarum. Kepedulian itu diperlihatkan dengan menanam pohon di DAS Citarum, tepatnya di Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung.

Tercatat puluhan mahasiswa bersama sejumlah dosen yang melakukan penanaman pohon. Kegiatan tersebut juga merupakan rangkaian program KKN Tematik yang diadakan oleh DIKTI. Acara diawali dengan sosialisasi mengenai 3R yaitu Reduce, Reuse dan Recycle, lalu pengolahan sampah nonorganik dan dilanjutkan dengan penanaman pohon.

Dalam kegiatan ini, UBL berkolaborasi dengan Aparat Pemerintah Desa dan Satgas Sektor 8. UBL yang diwakili oleh mahasiswa, Dosen dan DPL KKN Tematik membaur dengan Satgas Subsector 8 Bapak Rachmat dan Kepala Lingkungan Hidup Kecamatan Kutawaringin Cep Azis Sukandar serta Dian selaku Sekretaris Desa Jelegong. Tidak lupa ikut serta meramaikan acara ini, yakni Dede Sumpena selaku Ketua RW 01 yang merupakan wilayah sasaran penanaman pohon di Desa Jelegong.

Pada KKN tahun ini, Universitas Budi Luhur lebih fokus dengam tema Citarum Harum. Dengan kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi pada pelestarian Sungai Citarum. Jadi selama kegiatan di lapangan, pihak Universitas berbaur dengan masyarakat, aparat dan satgas secara langsung.

Sementara itu, dosen pembimbing KKN Desa Jelegong, Ahmad Pramegia, mengatakan, akan ada dampak positif atas keterlibatan mahasiswa untuk program Citarum Harum ini. "Salah satunya, dengan cara sederhana, yaitu menanam pohon dan membersihkan DAS Citarum," ujar Ahmad Pramegia.

Wiwin Windihastuty, salah satu dosen pendamping KKN Tematik Hibah Dikti dari UBL menambahkan, banyak pihak yang terlibat dalam  menghidupkan kegiatan di Sungai Citarum mulai dari masyarakat, civitas UBL, Aparat Pemerintah Desa dan Satgas. "Kerja keras semua pihak merupakan suatu usaha dalam menciptakan Citarum kembali harum, semata-mata untuk keberlangsungan hidup generasi penerus kita dimasa depan," kata Wiwin Windihastuty.


(Arif M Iqbal /CN40/SM Network)