• KANAL BERITA

Teliti Komunikasi Desa, Agus Triyono Raih Gelar Doktor

foto: suaramerdeka.com/Budi Nugraha
foto: suaramerdeka.com/Budi Nugraha

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kepala Humas Universitas Dian Nuswantoro Semarang 2013-2019, Agus Triyono resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Komunikasi setelah mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka Program Doktor Ilmu Komunikasi Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sahid Jakarta.

Di hadapan Dewan Penguji, Agus dengan sempurna memaparkan penelitian bertajuk 'Sistem Komunikasi Pemerintah Desa di Era Keterbukaan Informasi". Penelitian ini melihat sistem komunikasi pemerintah desa dalam mengimplementasikan UU no 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi.

Untuk memaksimalkan sistem komunikasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan keterbukaan informasi di pemerintah desa diperlukan langkah-langkah konkrit sesuai perkembangan terkini dalam proses komunikasi. Salah satu langkah strategi yang menjadi solusi adalah menciptakan sebuah model komunikasi dengan memanfaatkan potensi sumber daya inovatif, kreatif, dan optimalisasi potensi desa melalui ruang komunikasi.

Penelitian Agus Triyono menggunakan konsep teori sistem dari Michael Kaye dan Katrine Miller dengan membedahnya melalui dimensi sistem. Ini dilakukan dalam proses komunikasi yang dilakukan pemerintah desa di Jawa Tengah dalam menerapkan keterbukaan informasi.

Dalam konteks elemen sistem Kaye memiliki keterkaitan yang erat terhadap self, interpersonal dan competence. Pada sisi lain, sistem Miller terdiri dari komponen yang tidak terpisahkan seperti hirarki, interdependensi, permeabilitas dalam sebuah lembaga.

Pendekatan penelitian ini dengan menggunakan studi kualitatif, sementara paradigma penelitian menggunakan post-positivis dengan metode studi kasus.

Subjek penelitian ini adalah perangkat desa atau pejabat desa di Jawa Tengah antara lain Eks Karisidenan Surakarta, Eks Karisidenan Semarang, Eks Karisidenan Pati, Eks Karesidenan Pekalongan, Eks Karesidenan Banyumas, Eks Karesidenan Kedu.

Agus menyimpulkan proses komunikasi dalam pemerintah desa masih belum maksimal. Keterbukaan informasi menjadi bagian dari faktor sistem pemerintahan desa yang diwarnai dengan oknum-oknum pejabat desa yang melakukan korupsi.

"Pejabat desa dalam implementasinya masih banyak yang belum menerapkan keterbukaan informasi berdasarkan UU no 14 tahun 2018," paparnya.

Berdasarkan temuan studi ini, terdapat sejumlah implikasi teoritis bahwa elemen self Kaye dan komponen hirarkis Miller menjadi dua hal yang sangat kuat dalam implementasi sistem keterbukaan informasi. Sidang penguji menyatakan Agus Triyono lulus dengan sangat memuaskan.


(Budi Nugraha/CN40/SM Network)