• KANAL BERITA

Belapati War Lolos Seleksi Pameran Boardgame Internasional

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SOLO, suaramerdeka.com - Setelah mengikuti sejumlah seleksi, Belapati War karya mahasiswa Prodi DKV FSRD ISI Surakarta lolos seleksi Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) dan Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI). Belapati War pun masuk dalam 20 karya terpilih untuk mewakili Indonesia dalam Pameran Boardgame Internasional, Essen SPIEL 2019, di Messe Essen, Jerman belum lama ini.

Belapati War (sebelumnya berjudul Bubat War) merupakan board game garapan tim LOGI Games dari Surakarta dengan tim yang beranggotakan Muhammad Farid Imaduddin, Liliana Kitty Sozanolo, Harefa, Machadz Abdul Adli Akhlishon, dan Muhammad Rifan Ludfi (Angkatan 2018) dengan dibimbing Rendya Adi Kurniawan, M.Sn selaku Dosen Pembimbing.

"Board game ini terinspirasi dari cerita tentang dua kubu kerajaan yang memperebutkan kekuasaan. Mereka adalah kerajaan Majapahit yang menyerang kerajaan Sunda Galuh. Belapati War hanya bisa dimainkan untuk empat pemain saja berusia usia delapan tahun ke atas dengan durasi permainan sekitar 30-45 menit," kata Rendra. P

ermainan terdiri dari tim berisi dua orang yang masing-masing akan memegang kubu Majapahit atau Sunda Galuh. Terdapat dua jenis bidak yaitu bidak Ksatria dan bidak Raja. Bidak Ksatria hanya bisa bergerak empat arah, sedangkan Raja bisa bergerak ke delapan arah.

Di papan permainannya sendiri ada kotak ganti arah dan kotak rahasia. Jika bidak pemain menginjak kotak pindah arah maka pemain harus mengikuti arah tersebut. Pemain akan mengambil kartu rahasia bila bidaknya menginjak petak rahasia. Kubu yang berhasil menghabiskan bidak pemain lain akan memenangkan permainan.

"Prestasi ini sangat membanggakan bagi civitas akademik, karena mampu menunjukkan kompetensi mahasiswa yang mampu bersaing di tingkat Internasional, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berprestasi," kata Asmoro Nurhadi Panindias, S.Sn., M.Sn selaku Kaprodi DKV FSRD ISI Surakarta.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)