• KANAL BERITA

Pedagang Pasar Tiban Tolak Berjualan di Satu Sisi Jalan

fPEDAGANG PASAR TIBAN: Pedagang pasar tiban Jalan Pelita II menyampaikan permintaan saat mendatangi kantor Wali Kota, Jumat (13/12). (suaramerdeka.com/Isnawati)
fPEDAGANG PASAR TIBAN: Pedagang pasar tiban Jalan Pelita II menyampaikan permintaan saat mendatangi kantor Wali Kota, Jumat (13/12). (suaramerdeka.com/Isnawati)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Puluhan pedagang pasar tiban Jalan Pelita II mendatangi Kantor Wali Kota Pekalongan, Jumat (13/12). Mereka menolak berjualan hanya di satu sisi jalan, tapi ngotot agar tetap diperbolehkan berjualan di dua sisi jalan.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Tiban Mualim mengatakan, keputusan Pemkot Pekalongan tidak sesuai dengan keinginan pedagang. ‘’Katanya mau ditata bersama. Tadinya mau dikawal Satpol, titik macetnya di mana. Ternyata yang sebelah utara tidak boleh dipakai untuk jualan,’’ kata Mualim.

Penasihat Paguyuban Pedagang Pasar Tiban Fahrozi menambahkan, pedagang tidak bersedia untuk berjualan hanya pada satu sisi jalan. ‘’Kami tidak mau kalau satu sisi. Bagaimana pun caranya, kami minta agar bisa jualan di dua sisi jalan,’’ katanya.

Usai menemui pedagang, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekalongan Sri Budi Santoso menjelaskan, setelah melakukan sosialisasi kepada pedagang sekitar tiga minggu, Jumat (13/12), Pemkot Pekalongan mulai menata pasar tiban di Jalan Pelita II.

Dalam penataan tersebut, pasar tiban di Jalan Pelita akan dibuat satu sisi. Untuk Jalan Pelita II, pedagang ditempatkan di sisi selatan. Sedangkan untuk ruas jalan dari utara ke selatan, pedagang ditempatkan di sisi timur. Selain itu, Pemkot Pekalongan juga menyiapkan lokasi untuk menempatkan pedagang.

Sri Budi Santoso mengatakan, keputusan tersebut melalui berbagai diskusi dan forum panjang dengan berbagai stakeholder. Untuk penataan, pihaknya bersama TNI, Polri, Linmas dan Dinas Perhubungan Kota Pekalongan mulai melakukan upaya persuasif mengajak pedagang pasar tiban agar berjualan pada satu sisi.

‘’Diharapkan, kepentingan para pedagang tetap berjalan, begitu pun kepentingan para pengguna jalan agar tetap lancar, sehingga akses layanan puskesmas, rumah sakit, dan sebagainya tidak terganggu,’’ terangnya.

Pemkot Pekalongan berupaya mengakomodasi seluruh kepentingan. Pedagang tetap bisa berjualan dan mencari rezeki, di sisi lain para pengguna jalan bisa berjalan dengan lancar.

‘’Pemkot berusaha menyeimbangkan. Tidak ada maksud menutup pasar, menghambat pedagang dalam mencari penghasilan.’’

Namun, pedagang ingin menyampaikan aspirasi apakah kebijakan Pemkot itu bisa diubah atau tidak. ‘’Kita sudah dialog. Rabu depan akan kami jembatani lagi untuk bertemu dengan wali kota, wakil wali kota, dan sekda,’’ katanya.


(Isnawati/CN39/SM Network)