• KANAL BERITA

Pasar Kota Sukowati Dibangun Tiga Lantai, Telan Rp 200 Miliar

PASAR KOTA SRAGEN: Pasar Kota Sragen Sukowati, siap dibangun tiga lantai pada 2021 menelan dana APBD Provinsi Rp 200 miliar.(suaramerdeka.com/Anindito AN)
PASAR KOTA SRAGEN: Pasar Kota Sragen Sukowati, siap dibangun tiga lantai pada 2021 menelan dana APBD Provinsi Rp 200 miliar.(suaramerdeka.com/Anindito AN)

SRAGEN, suaramerdeka.com -  Pemkab Sragen berencana membangun Pasar Kota Sragen Sukowati dengan dana dari APBD Provinsi  Rp 200 miliar. Proyek pasar dengan anggaran tahun jamak itu akan dilelang 2020, mulai dikerjakan 2021 dan rampung 2022.

‘’Pembangunan Pasar Kota multiyears, tidak bisa satu tahun anggaran namun sampai tahun 2022,’’ tutur Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati ditemui di sela-sela mengunjungi Pasar Kota Sragen Sukowati,Jumat (13/12).

Pasar Kota Sragen juga biasa disebut Pasar Sukowati, namun khalayak telanjur akrab menyebut sebagai Pasar Kota. Kondisi pasar saat ini memprihatinkan, sehinga perlu dibangun kembali. Gang kios/los sempit, pedagang banyak memasang penahan panas dan tempias air hujan dari plastik, kain kumal dan robek.

Melhat kondisi demikian, pasar di jantung Kota Sragen itu akan dibongkar dan dirombak total untuk dibangun pasar baru lantai tiga. Sementara itu Pemkab masih mencari lokasi untuk merelokasi 1.517 pedagang sebagai tempat berjualan sementara.

Ada sejumlah lokasi tanah lapang yang dilirik untuk dipinjam guna merelokasi pedagang. Di antaranya Lapangan Nglorog dan lahan di Pabrik Gula Mojo, akan dipinjam sementara.

Kepala Pengelola Pasar Kota Sukowati Suharto menjelaskan saat ini pasar dihuni 1.517 pedagang tekstil, pakaian, peralatan rumahtangga dan makanan. ‘’Sosialisasi untuk pembangunan pasar dan merelokasi sementara pedagang pasar, sudah disetujui para pedagang sejak 2017,’’ tuturnya.

Nanti kalau pasar dibangun, para pedagang siap direlokasi. Ketua Kerukunan Pedagang Pasar Sragen (KPPS) Mario juga mendukung upaya Pemkab Sragen untuk membangun pasar yang dulu dikenal sebagai pasar tekstil itu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tedy Rosanto mengungkapkan saat ini Detail Engineering Design (DED) sudah dibuat. Sedangkan penganggaran Rp 200 miliar, sudah disampaikan ke Bappeda dan Litbang. ‘’Anggarannya dari APBD Provinsi, namun tidak dalam satu tahun anggaran,’’ tutur Tedy Rosanto.

Rencananya anggaran tahap I tahun 2021 sebesar Rp 100 miliar dan tahap berikutnya tahun 2022 sebesar Rp 100 miliar. Proyek pembangunan Pasar Kota tiga lantai itu akan dilelangkan tahun 2020.


(Anindito AN/CN39/SM Network)