• KANAL BERITA

Tantangan, 42 Ribu Keluarga Masih BAB Sembarangan

MENINJAU STAN: Wakil Bupati Martono meninjau stan lomba display saat deklarasi ODF di gedung Serba Guna Pemalang. (suaramerdeka.com/Ali Basarah)
MENINJAU STAN: Wakil Bupati Martono meninjau stan lomba display saat deklarasi ODF di gedung Serba Guna Pemalang. (suaramerdeka.com/Ali Basarah)

PEMALANG, suaramerdeka.com – Tekat Kabupaten Pemalang memenuhi target Open Defecation Free (ODF) atau bebas Buang Air Sembarangan (BABS) pada 2020 menghadapi tantangan. Hingga November 2019 pencapaian masih 90,95% atau masih 9,05 % keluarga BABS.

Wakil Bupati Martono mengatakan menjelang akhir tahun ini, tercatat masih 42.725 keluarga di Kabupaten Pemalang belum melaksanakan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) lantaran mereka masih buang air besar (BAB) sembarangan.

‘’Data STBM sampai November 2019 capaian akses sanitasi di Kabupaten Pemalang 90,95% sedangkan keluarga yang masih BAB sembarangan 9,05 % sekitar 42.725 KK,"kata Martono saat deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau Setop BABS dan Aksi Konvergensi (pemusatan) Stunting 10 Desa/Kelurahan di gedung Serba Guna Pemalang, Jumat (13/12).

Menurut Martono di Pemalang baru 99 desa /kelurahan deklarasi Setop BAB sembarangan. Ini menjadi tantangan dalam mewujudkan Kabupaten Pemalang ODF 2020.

Sementara itu berkaitan dengan sanitasi pada 2019 sesuai Peraturan Presiden No 185 Tahun 2014 tentang Percepatan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi, deklarasi ODF merupakan suatu pernyataan komitmen dari suatu komunitas bahwa desa/kelurahan telah bebas dari buang air besar sembarangan.

Dengan dukungan perilaku hidup bersih dan sehat dari masing–masing individu tentu mampu menurunkan faktor risiko berbagai penyakit berbasis lingkungan. Antara lain diare, demam berdarah, malaria, cikungunya, cacingan dan tipus.

Martono menambahkan pada 2020 Jawa Tengah menargetkan sebagai Provinsi ODF. Target ini harus ditindaklanjuti oleh seluruh kabupaten /kota di Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Pemalang.

"Kami menyadari untuk mewujudkan desa ODF bukan suatu yang mudah, akan tetapi harus percaya bahwa dengan usaha yang terus-menerus dan dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat, ODF akan dapat terlaksana dengan baik,"tegas Martono.


(Ali Basarah/CN39/SM Network)