• KANAL BERITA

Sang Ibu Diduga Depresi, Zaki Masih Dirawat di ICU

foto: suaramerdeka
foto: suaramerdeka

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Zaki Isa Majida (10), salah satu anak yang diracuni ibunya, Winarsih (38), masih menjalani perawatan intensif di ICU rumah sakit Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Kondisi bocah laki-laki dari Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri itu mulai membaik namun masih lemah.

Camat Purwantoro Joko Susilo mengungkapkan kondisi anak itu terkadang masih kejang-kejang. "Kalau dibandingkan kemarin, kondisi hari ini lebih baik. Tapi kata dokter, racunnya sudah masuk ke paru-paru, sehingga terkadang kejang-kejang," katanya, Jumat (13/12).

Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Purwantoro, kepala desa, dan tetangga korban sudah menjenguk. Demikian pula dengan petugas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Wonogiri. "Bapaknya juga sudah pulang (dari perantauan), menunggui anaknya," ujarnya.

Pada Kamis pagi (12/12) pukul 06.30, seorang ibu, Winarsih (38) warga Dusun Bendo RT3 RW6 Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri diduga meracuni diri sendiri dan kedua anaknya, Zaki Isa Majida (10) dan Kirana Tasoda (7).

Dalam tragedi itu, nyawa ibunda Winarsih dan Kirana tidak dapat tertolong. Sementara  Zaki dalam kondisi kritis masih dalam perawatan di rumah sakit tersebut. Sang ibu meninggalkan secarik kertas berisi pesan.

Camat Joko mengungkapkan keluarga Winarsih sebenarnya terbilang mampu dari segi ekonomi. Suaminya bekerja sebagai arsitek. Namun, sang ibu beberapa kali mengalami depresi.

"Ibunya pernah depresi. Jarang bergaul dengan para tetangga. Bahkan menurut informasi warga, kedua anaknya pernah dikunci seharian di dalam rumah," terangnya. Pihaknya menyayangkan tragedi tersebut. Padahal, Zaki dan Kirana , kakak beradik yang menjadi korban terbilang pandai.

Kepala Desa Bakalan Danang Supriyadi menambahkan, Winarsih dan Kirana telah dimakamkan di desa setempat. Adapun Zaki masih dirawat intensif di rumah sakit Ponorogo. "Polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban. Mereka lalu dimakamkan berdampingan," katanya.

Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing melalui Kapolsek Purwantoro Iptu Aris Joko Narimo dan Paur Subbag Humas Aipda Iwan Sumarsono mengungkapkan, peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 06.30. warga berupaya melarikan korban ke rumah sakit Ponorogo.

Ibu itu meninggalkan secarik kertas berisi pesan tertulis, "Nek aku mati aku pengen dikubur karo keluargaku ditumpuk nak ora tak dendeni. (Kalau saya meninggal, saya ingin dikubur bersama keluarga saya, ditumpuk. Kalau tidak, saya hantui)".


(Khalid Yogi/CN34/SM Network)