• KANAL BERITA

Jalur Penyelamat Minim Lampu dan Rambu

JALUR PENYELAMAT : Jalur penyelamat di turunan Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Brebes minim lampu penerangan dan rambu penunjuk. (Foto suaramerdeka.com/Teguh Inpras)
JALUR PENYELAMAT : Jalur penyelamat di turunan Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Brebes minim lampu penerangan dan rambu penunjuk. (Foto suaramerdeka.com/Teguh Inpras)

BUMIAYU, suaramerdeka.com - Kondisi dua lokasi jalur penyelamat yang dibangun sekitar flyover Kretek di ruas Tegal-Purwokerto, Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Brebes, minim lampu penerangan dan minim rambu petunjuk sebagai pemandu pengguna jalan.

Ada pun dua lokasi jalur tersebut masing-masing di kawasan Kampus Universitas Peradaban atau sekitar 300 meter setelah flyover Kretek dari arah Purwokerto. Sedangkan lokasi lain, di depan Kantor Uji Kir (eks terminal lama Bumiayu).

Fasilitas ini dibangun atas rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyusul kerawanan lalu lintas, terutama kecelakaan akibat kendaraan rem blong di jalur tersebut.

 Seorang warga, Mardiyanto (48) mengatakan, saat malam hari suasana di jalur penyelamat masih gelap lantaran minim lampu penerangan. Selain itu, minim lampu lokasi itu tidak ada rambu petunjuk.

Semestinya lokasi jalur penyelamat terang saat malam hari, sehingga pengemudi dan pengguna jalan bisa melihat dengan jelas lokasi penyelamatan itu. Juga didukung dengan pemasangan rambu memadai.

"Saat malam hari, jalur penyelamat ini harus terlihat oleh pengendara. Untuk itu perlu ditambah lampu penerangan dan rambu petunjuk," ujarnya, Jumat (13/12).

Mardiyanto berharap kebutuhan lampu penerangan dan rambu rambu tersebut dapat segera dipenuhi."Keduanya dibutuhkan untuk memandu sopir yang kendaraannya mengalami gangguan rem atau blong," ujarnya.

Sementara berdasarkan informasi, sejak September lalu, tercatat lima kendaraan mengalami gangguan rem dan berhasil masuk jalur penyelamat di kawasan kampus Universitas Peradaban."Sejak ada ini (jalur penyelamat), tidak ada korban meninggal. Sebelumnya sering,” kata Eko, warga setempat.

Kaposlantas Bumiayu Aipda Supriyadhi menjelaskan, jalur penyelamat berfungsi untuk memperlambat laju kendaraan yang melesat karena gagal melakukan pengereman saat melewati turunan Pagojengan.

"Kendaraan yang punya masalah pengereman pada menurun bisa mengarahkan kendaraannya ke jalur darurat ini sehingga bisa berhenti dengan lebih aman. Dengan demikian, risiko korban jiwa bisa dicegah," kata dia.

Oleh karenanya, kebutuhan lampu dan rambu menjadi sangat penting."Supaya pengendara dapat dengan mudah mengetahui keberadaan jalur penyelamat sehingga dapat dengan segera bertindak saat terjadi pada gangguan fungsi rem," jelasnya.


(Teguh Inpras Tribowo/CN19/SM Network)