• KANAL BERITA

Tanpa Rest Area Tol, UKM Tetap Ditampung

Foto Istimewa
Foto Istimewa

SLEMAN, suaramerdeka.com - Rencana pembangunan rest area tol Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta-Bawen sudah dalam tahap sosialisasi ke masyarakat. Namun hingga kini belum juga nampak gambaran rest area atau tempat istirahat dan pelayanan di ruas jalan tol.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta-Bawen Wijayanto mengatakan, untuk sementara dipastikan tidak ada rest area di dalam kawasan tol. Sejauh ini, baru ada dua titik tempat istirahat yakni daerah Klaten yang menuju arah Solo.

"Di Jogja, sementara belum ada rest area di dalam tol," kata Wijayanto, Jumat (13/12).

Dia menjelaskan, kebijakan itu diambil karena otoritas setempat menghendaki agar pengguna tol dapat singgah di kota Yogyakarta dan sekitarnya. Jika ada di dalam tol, dikhawatirkan pertumbuhan ekonomi hanya terkonsentrasi di  kawasan tersebut.

Berdasar informasi yang dia terima, rest area kemungkinan bakal dibangun di luar area tol. Namun hal itu bukan menjadi tanggung jawab pihaknya melainkan Pemda DIY lantaran letak rest area berada di luar tol. Skemanya, Pemda dapat memanfaatkan area seputaran entry-exit tol yang lahannya milik pemerintah. Titik masuk-keluar tol sendiri ada enam. Dua diantaranya berupa simpang susun yakni di perbatasan Prambanan-Manisrenggo, dan Purwomartani. Empat lainnya adalah on-off di Maguwoharjo, UPN, Monjali, dan Trihanggo.

"Pemda boleh menyebutnya rest area tapi bukan rest area tol karena letaknya tidak di dalam tol," terang dia.

Meski berada di luar kawasan tol, tempat istirahat dan pelayanan tetap dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sesuai aturan, pengelola rest area harus memenuhi komposisi 70 persen gerai diisi oleh UMKM lokal, dan 30 persen asing. 

Menanggapi wacana rest area di dekat entry-exit, Dosen Fisipil UGM yang juga anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Sleman Hempri Suyatna menilai gagasan itu cukup ideal. "Keberadaan jalan tol seharusnya menumbuhkan UMKM sekitar. Pengalaman selama ini, keberadaan jalan tol mungkin memang meningkatkan investasi tapi kurang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal," bebernya.

Jika nantinya rest area jadi dibangun, seleksi UMKM harus diterapkan secara transparan. Disamping itu, upaya standarisasi UMKM juga perlu dilakukan sehingga layak ditampilkan di gerai. Produk yang ditampung diharapkan prioritasnya bagi UMKM lokal Sleman, kemudian diisi potensi lain yang ada di DIY.


(Amelia Hapsari/CN19/SM Network)