• KANAL BERITA

SMA Sains Al-Quran Wahid Hasyim Menutup Tahun 2019 dengan Sejumlah Prestasi

Siswa-siswi SMA Sains Al-Quran Wahid Hasyim yang berprestasi. (Foto : suaramerdeka.com/dok)
Siswa-siswi SMA Sains Al-Quran Wahid Hasyim yang berprestasi. (Foto : suaramerdeka.com/dok)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Selama tahun 2019 sejumlah prestasi berhasil diraih SMA Sains Al-Quran Wahid Hasyim. Prestasi yang mereka raih tidak hanya tingkat nasional, tapi juga prestasi internasional berhasil mereka raih.

Prestasi yang mereka raih tidak tanggung-taggung, penghargaan pertama berupa Silver Medal diraih oleh Tim Energia, penghargaan kedua Bronze Medal oleh TIM Piscovery.

Keduanya dalam ajang International Young Inventors Award (IYIA) 2019 atau ajang bagi para innovator muda yang diselenggarakan oleh Indonesian Innovation and Invention Promotion Association 8-12 Oktober 2019 di Jakarta.

Prestasi Ketiga, keluar sebagai juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional dalam rangka Dies Natalis Fakultsas FISHUM Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, September 2019.

Keempat, meraih Bronze Medal, dalam ajang Advanced Innovation Global Competition (AIGC), yang diselenggarakan INNOPA and American Society of Sciences and Arts Convergence, September 2019 di Singapura.

KH Jalal Suyuthi, Pengasuh Pondok Pesantren Wahid Hasyim mengatakan itu dalam acara penyerahan penghargaan kepada santri berprestasi SMA Sains Al-Qur’an di Pondok Pesantren Wahid Hasyim, Gaten, Condongcatur, Sleman, Yogyakarta, kemarin.

''Allhammdullillah tahun 2019 ini, kami tutup dengan sejumlah prestasi yang cukup membanggakan. Apa yang sampaikan itu, hanyalah sebagian prestasi yang berhasil diraih oleh anak-anak SMA Sains Al-Quran.

Lebih lanjut Jalal menambahkan, dengan diperolehnya berbagai penghargaan selama 3 tahun berturut-turut ini membuktikan SMA Sains Al-Qur’an mampu mentradisikan sebagai sekolah berprestasi.

''Semoga anak-anak kelak mampu banyak berbuat untuk ikut menggerakkan dan mengarahkan peradaban bangsa ini, yang tetap bermartabat dan rahmatan lil’alamin,'' katanya.

Dalam kesempatan yang sama juga diserahkan penghargaan oleh Pengasuh Tahfidzul Qur’an, Nyai Hj Nelly Umi Halimah Jalal kepada siswa-siswi SMA berprestasi di bidang tahfidzul qu’ran, yang telah menghafal lebih dari 15 juz.

Masing-masing 15 sampai 20 juz sebanyak 14 anak, 20 sampai 25 juz sejumlah 7 anak, 25 sampai 27 sejumlah 3 anak dan khatam 30 juz sejumlah 2 anak.

Dalam kesempatan itu Nyai Nelly mengaku bangga, karena di era millenium ini anak-anak SMA selain pada semangat belajar ilmu umum juga semangat menghafal Al-Quran.

Sehingga rata-rata dalam waktu 3 tahun sudah pada selesai 30 juz. ''Saya pikir ini sebuah prestasi yang cukup bagus, karena masih banyak pelajar yang mau menghafal Al-Quran,'' katanya dengan bangga.

''Pemaduan Al-Qur’an dengan sains sebagai sebuah sistem pendidikan seperti di SMA ini, sebenarnya merupakan keharusan,'' tambah dia.

Mengingat Al-Qur’an selalu mendorong dan menginspirasi manusia untuk maju dengan arah yang benar. Sementara kemajuan dapat dicapai dengan penguasaan sains. 


(Sugiarto/CN19/SM Network)