• KANAL BERITA

Pertumbuhan Ekonomi 2020 Tetap pada Kisaran lima Persen

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA suaramerdeka.com — Perekonomian global masih mengalami tekanan pada 2020 akibat perang dagang antara China dan Amerika Serikat.  Namun kondisi perekonomian Indonesia pada tahun depan diperkirakan tidak akan terlalu terpengaruh oleh kondisi tersebut.

“Perekonomian dunia masih mengalami tekanan, meskipun demikian, pengaruhnya tidak sampai memangkas pertumbuhan ekonomi nasional besar-besaran. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap mampu mencapai sekitar lima persen," kata Chief Economist Bank BNI Ryan Kiryanto sebuah acara diskusi di Jakarta, Kamis (12/12).

Indonesia relatif terisolasi karena bukan pemain ekspor global. "Kalau ada tekanan global, pertumbuhan ekonomi kita akan tetap di kisaran tersebut karena ditopang konsumsi rumah tangga yang menyumbang lima persen pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Ia menyatakan dengan hanya menjaga tingkat konsumsi rumah tangga domestik, pertumbuhan ekonomi tahun depan paling tidak akan berada di angka 5,0 persen. Namun bila ingin pertumbuhan lebih besar lagi maka perlu dilakukan cara-cara yang tidak biasa seperti pengeluaran pemerintah harus digenjot, investasi dipompa, dan ekspor ditingkatkan.  “Ini akan membuat perekonomian tumbuh lebih besar,” ujarnya.

Ryan menyatakan pengeluaran pemerintah yang besar bisa memberikan sinyal positif bagi kalangan pengusaha untuk ikut bersiap mengeluarkan belanjanya. Pengeluaran pemerintah juga diperlukan untuk menjaga masyarakat tetap mendapatkan pekerjaan. Bahkan pengeluaran pemerintah melalui bantuan sosial (bansos) juga dibutuhkan terlepas dari apapun bentuknya. "Bagaimana caranya agar daya beli masyarakat terjaga dan mendapatkan uang untuk belanja," ujar Ryan.

Tahun depan, Ryan melihat kalangan pengusaha akan lebih optimistis melihat kondisi perekonomian nasional. Imbasnya, kalangan perbankan pun lebih percaya diri untuk menyalurkan kreditnya yang tercermin dari proyeksi pertumbuhan kredit perbankan tahun depan di kisaran 11-13 persen. Jauh lebih tinggi dari perkiraan tahun ini yang hanya sembilan persen. "Bahkan BNI memproyeksikan pertumbuhan 13 hingga 15 persen," kata Ryan.


(Budi Nugraha/CN26/SM Network)