• KANAL BERITA

Wabup Batang Berharap Aparatur Desa Memahami Tugasnya

TUTUP DIKLAT: Wakil Bupati Batang Suyono (keenam dari kiri), usai menutup Diklat Pemerintahan Desa foto bersama Camat dan para Kepala Desa. (suaramerdeka.com / dok)
TUTUP DIKLAT: Wakil Bupati Batang Suyono (keenam dari kiri), usai menutup Diklat Pemerintahan Desa foto bersama Camat dan para Kepala Desa. (suaramerdeka.com / dok)

BATANG, suaramerdeka.com - Wakil Bupati (Wabup) Batang Suyono, secara resmi menutup Pendidikan Kilat (Diklat) Pemerintahan Desa Kabupaten Batang Tahun 2019 yang berlangsung selama empat hari di Hotel Griya Pesona Bandungan Semarang, Kamis (12/12). “Kepala Desa sebagai garda terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, aparatur desa saya harapkan dapat memahami tugas, pokok dan fungsi pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, ujar Wabup Suyono.

Dikatakan, di zaman keterbukaan ini, pengawasan semakaian ketat dan tidak saja oleh lembaga pemerintahan tapi juga masyarakat. Sehingga semua persoalan pada tingkat kebijakan dan administrasi harus benar-benar menjadi perhatian,"tegas Suyono.

Menurut Wabup lebih lanjut, dalam upaya mewujudkan dan membentuk kualitas sumber daya manusia (SDM) yang profesionalisme bagi aparatur pemerintahan desa, perlu dilakukan pembinaan melalui pelatihan yang mengarah pada pengetahuan, kepribadian, terampil dan bertanggungjawab sesuai dengan regulasi. “Saya apresiasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat yang telah menggelar diklat sebagai penguatan penjiwaan tentang kepemimpinan yang bersih bermartabat dan berintegritas," sebut Suyono.

Ia juga berharap setelah mengikuti diklat, sebagai pemimpin desa harus membangun komitmen bersama untuk melakukan yang terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa yang transparan, akuntabel dan partisipatif demi kesejahteraan masyarakat,”pinta Suyono.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Batang Agung Wisnu Barata mengatakan, kegiatan diklat pemerintahan desa bisa menjadi kurikulum sebagai program unggulan. “Diklat Pemerintah Desa bagi Kepala Desa belum dilakukan oleh Kabupaten lain yang belum melembagakan kegiatan tersebut. Sehingga ke depan harus di SK kan bupati yang mewajibkan kades terpilih ikut diklat secara berkala," jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Kluwih Kecamatan Bandar Dasro merasa senang mengikuti kegaiatan diklat, pasalnya banyak ilmu yang dapat diperoleh dari aturan pemerintah sampai dengan wawasan kedisiplinan. "Banyak ilmu yang kami dapatkan untuk bekal dalam memimpin desa. Walaupun saya sudah dua kali menjabat tapi penting kami dapatkan untuk diimplentasikan bagi kesejahteraan warga kami," pungkas Dasro.

 


(Kasirin Umar/CN19/SM Network)