• KANAL BERITA

Kapolres Kebumen Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum

RAIH DOKTOR: Kapolres Kebumen Rudi Cahya Kurniawan berfoto bersama Guru Besar Adrianus Meliala dan Erlyn Indarti seusai  meraih gelar doktor dari Undip, Kamis (12/12). (Suaramerdeka.com, Hari Santoso )
RAIH DOKTOR: Kapolres Kebumen Rudi Cahya Kurniawan berfoto bersama Guru Besar Adrianus Meliala dan Erlyn Indarti seusai meraih gelar doktor dari Undip, Kamis (12/12). (Suaramerdeka.com, Hari Santoso )

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kapolres Kebumen AKBP Rudi Cahya Kurniawan meraih gelar doktor dari Fakultas Hukum (FH) Undip, Kamis (12/12). Pria asal Semarang yang pernah berdinas sebagai Kasatreskrim Salatiga dan Wakapolres Magelang Kota itu, lulus jenjang pendidikan tertinggi dengan mempertahankan disertasi dihadapan tim pakar dan guru besar.

Diantara tim penguji hadir Guru Besar Prof Adrianus Meliala PhD yang juga Ombudsman Pusat. Selain itu mengundang promotor Prof Erlyn Indarti PhD, copromotor Prof Dr Pujiyono, Dekan FH Undip  Prof Dr Retno Saraswati, Prof Dr Nyoman Sarikat PJ, Prof Dr Sukirno, dan Dr Nur Rochaeti.

''Saya menyuguhkan penelitian berjudul''Pelaksanaan Tugas Polri di Era Perubahan Suatu Telaah Paradigmatik Tentang Model Perpolisian Masyarakat, Penegakan Hukum dan Kearifan Lokal,'' tutur Rudi ditemui seusai ujian doktor di Kampus Undip.

Dikatakan, sebagai penegak hukum dirinya merasa tidak pernah lelah untuk terus belajar. Termasuk pada jenjang kesarjanaan tingkat doktoral. Menurutnya memperdalam keilmuan juga bagian dari memperkuat dukungan terhadap profesi yang digelutinya.

Rudi mantab menyelesaikan jenjang S-3 dengan memilih keilmuan di bidang hukum yang sangat lekat dengan kesehariannya sebagai bhayangkara di negeri ini.

Polisi Masyarakat

Menurut doktor yang pernah mendapat tugas pengawalan untuk Wakil Presiden Maruf Amin ini, peran polisi di tengah masyarakat sangat strategis. Sebagai aparatur negara mereka tidak hanya berhenti pada tugas menegakkan hukum melainkan juga memberikan pelayanan dan rasa aman di tengah rakyat.

''Salah satu bentuk pendekatan untuk memberikan rasa aman ini juga melalui konsep polisi masyarakat (polmas). Riset saya menekankan betapa peran semacam ini berdampak besar bagi upaya penegakan keadilan,'' tuturnya.

Riset membedah persoalan polisi masyarakat ini dikerjakan menggunakan pendekatan akademi yang dinamai konsep paradigmatik konstruksivisme.

Melalui pola polisi masyarakat pula akan bisa dicegah kemungkinan aksi kejahatan, gesekan antarmassa, hingga kemungkinan muncul pemidanaan yang berakhir di depan meja hijau. Konsep polisi masyarakat sangat luas yang tujuannya membuat rakyat hidup tertib, aman, dan tenteram. Menggunakan pendekatan ini pula Rudi pernah mencegah timbulnya pertikaian antarwarga dengan mengedepankan peran polisi yang ramah dan humanis.


(Hari Santoso/CN34/SM Network)