• KANAL BERITA

Wagub Jabar Tak Mau Dikaitkan dengan Bankeu Besar untuk Tasik

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum tak mau di sangkutpautkan dengan besaran bantuan keuangan dari provinsi ke Kabupaten Tasikmalaya yang mencapai lebih dari Rp 700 miliar pada 2020. Angka bantuan tersebut paling besar di antara kabupaten dan kota lainnya di Jabar.

Menurut dia, dirinya memang berasal dari Tasikmalaya. Uu sendiri sebelum berduet dengan Ridwan Kamil merupakan bupati kabupaten tersebut. Hanya saja, katanya, tak ada mekanisme bantuan keuangan yang didasarkan karena asal usul daerah.

"Tak ada pola seperti itu, selain itu tupoksi sebagai Wagub juga sebatas koordinasi ASN, pengawasan soal kemiskinan, dan perlu pula dipahami soal anggaran itu bukan peran sendirian, tapi peran bersama, karena namanya anggaran ke daerah itu tak ujug-ujug apalagi one man show tapi ada indikator dan tupoksi (pejabat) lain sehingga ada keputusan tersebut," katanya kepada wartawan di Bandung, Rabu (11/12).

Dia pun mengingatkan bahwa besaran bantuan keuangan tersebut belum final. Keputusannya masih bergantung pada hasil pembahasan Kemendagri. Adanya angka tersebut, tegasnya, muncul merujuk pula pada hasil pembahasan yang melibatkan banyak pihak termasuk usulan dari Tasikmalaya.

"Semuanya sudah dirasionalisasikan pihak pengusul ke provinsi, provinsi juga melakukan pembahasan sehingga ini tak ujug ujug, tak tiba tiba juga angkanya dan menyoal ideal tidaknya tak bisa dari sisi jumlah tapi peruntukannya," katanya.

Uu sendiri berupaya memahami kebutuhan Tasikmalayam Terlebih setelah mengalami pemekaran antara kabupaten dan kota. Khusus kabupaten, mereka masih membutuhkan ibukota.

"Jadi setelah pemisahan perlu bantuan pembangunana sarana prasarana inti untuk yang namanya ibukota, seperti perkantoran, RS, alun-alun, pasar, karena dulu di saat pemisahan semula akan dibantu pemerintah pusat, tapi ternyata tidak," katanya.


(Setiady Dwi/CN39/SM Network)