• KANAL BERITA

Musim Hujan Lebih Ekstrem

Bupati Mirna Annisa memeriksa peralatan yang dimiliki BPBD Kendal pada Apel Siaga Bencana yang digelar di Alun-alun Kendal. (suaramerdeka.com/Rosyid Ridho)
Bupati Mirna Annisa memeriksa peralatan yang dimiliki BPBD Kendal pada Apel Siaga Bencana yang digelar di Alun-alun Kendal. (suaramerdeka.com/Rosyid Ridho)

KENDAL, suaramerdeka.com – Kemarau panjang yang terjadi tahun ini diprediksi akan berdampak besar terhadap musim hujan. Dampak dari kemarau tersebut bisa mengakibatkan musim hujan lebih ekstrem. Hal itu ditandai dengan kejadian hujan deras disertai angin kencang. ‘’Perkiraan dari BMKG, kemarau panjang bisa menyebabkan musim hujan yang lebih ekstrem. Puncak hujan diprediksi antara Januari dan Februari mendatang,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Slamet, seusai Apel Siaga Bencana yang digelar di Alun-alun Kendal, Rabu (11/12). Apel diikuti unsur TNI, Polri, Satpol PP dan Damkar, relawan.

Dia mengatakan, pada saat pancaroba atau peralihan musim dari kemarau ke hujan, kerap terjadi hujan deras dan angin kencang yang tidak menentu. Peristiwa angin kencang sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir di sejumlah kecamatan di Kendal. ‘’Musibah angin kencang yang terbaru terjadi di Weleri di Desa Sumberagung, Penyangkringan, dan Sambongsari pada Selasa (10/12) sore,’’ terangnya.

Slamet menerangkan, menyambut musim hujan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, rapat koordinasi lintas sektoral, dan sebagainya. Puncaknya yakni apel siaga bencana untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga jika Pemkab Kendal siap menghadapi musibah bencana. ‘’Kami telah mensiapkan peralatan dan logistik untuk warga terdampak bencana tercukupi,’’ tambah dia.

Peralatan itu antara lain gergaji pemotong batu dan pohon, perahu karet lima unit, mobil operasional tiga unit, dan peralatan lainnya. BPBD juga berkoordinasi dengan Polri, TNI, dinas sosial, DPUPR, dan OPD lain yang terkait dengan penanganan penanggulangan bencana. Bencana banjir merata di semua kecamatan yang berada di wilayah pantura atau Kendal bawah.

‘’Bencana longsor terjadi di kecamatan yang berada di Kendal atas seperti Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Boja, Limbangan, Singorojo, Pageruyung, Sukorejo, dan Plantungan. Selain itu wilayah bantaran sungai berupa tanggul longsor. Tanggul longsor dampaknya bisa lebih berbahaya, seperti di Tanggul Kali Bodri  di Desa Lanji, Kecamatan Patebon, yang longsor Januari 2019,’’ jelas Slamet.

Bupati Kendal, Mirna Annisa mengatakan, pada musim penghujan, bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang mengancam masyarakat. Pihaknya telah mengirimkan surat edaran kepada camat untuk diteruskan kepada desa dan warga, supaya waspada bencana. ‘’Pemerintah siap hadir jika terjadi musibah bencana alam. Warga juga agar lebih peduli dengan wilayahnya masing-masing,’’ kata dia.

 


(Rosyid Ridho/CN40/SM Network)