• KANAL BERITA

Angkutan Pelajar Gratis Mulai Januari 2020

FEEDER BST : Angkutan pengumpan (feeder) Batik Solo Trans (BST) melintas di kawasan Alun-alun Lor Keraton Surakarta.
FEEDER BST : Angkutan pengumpan (feeder) Batik Solo Trans (BST) melintas di kawasan Alun-alun Lor Keraton Surakarta.

SOLO, suaramerdeka.com - Pemkot Surakarta bakal merealisasikan rencana operasional 20 <I>feeder<P> (angkutan pengumpan) Batik Solo Trans (BST) gratis khusus pelajar SMP Negeri 3 dan SMP Negeri 18, mulai awal semester II tahun ajaran (TA) 2019/2020.

"Hasil rapat (antara pemangku kepentingan terkait) disepakati mulai awal semester II. Berarti Januari 2020," kata Kepala Dinas Pendidikan Etty Retnowati.

Rute angkutan gratis itu mulai dari SMP 18 di Kepatihan menuju ke gedung lama SMP 3 di Kelurahan Timuran. Rencananya 20 feeder tersebut berangkat dari SMP 18 pukul 07.00.

Gedung lama SMP 3 itu akan menjadi lokasi belajar sementara bagi siswa-siswi SMP 18, selama bangunan di Kadipiro tersebut direnovasi. "Lalu siswa SMP 3 tinggal menunggu angkutan itu sampai di sekolah lama (di Kelurahan Timuran), kemudian di antarkan ke sekolah baru (gedung SMP 3 di Kelurahan Karangasem). Pulangnya juga demikian, dari Karangasem dulu menuju Timuran, baru ke Kadipiro."

Saat jam pulang sekolah, imbuh Etty, angkutan gratis tersebut sudah siap di lokasi penjemputan pukul 14.00. "Kami imbau orang tua bisa menyesuaikan jam-jam tersebut," katanya.

Pemkot juga memutuskan untuk mengundur jam masuk para siswa di kedua sekolah tersebut  guna mendukung penerapan metode baru antarjemput siswa-siswi, yang akan diberlakukan bulan depan. "Ini masa transisi. Jadi jam pelajaran diundur biar murid tidak telat. Biasanya pukul 07.00 sudah masuk, nantinya diundur menjadi pukul 07.15 atau 07.30. Pulangnya juga diundur karena ikut menyesuaikan," papar Etty.

Meski demikian, Etty mengakui, waktu operasional angkutan gratis itu baru sebatas jam sekolah reguler. "Kalau siswa ada kegiatan di luar jam sekolah, seperti pelajaran tambahan atau ekstrakulikuler, belum diakomodasi. Nanti saja, biar berjalan dulu dan dievaluasi kondisinya seperti apa," terang dia.

Sebagaimana diketahui, Pemkot Surakarta menguji coba operasional 20 feeder BST sebagai angkutan gratis khusus pelajar, sebagai bagian dari optimalisasi angkutan umum massal tersebut. Anggaran sekitar Rp 1 miliar disiapkan agar rencana tersebut terealisasi.

"Angkutan gratis ini bukan angkutan umum dalam trayek. Jadi hanya khusus melayani siswa SMP 3 dan SMP 18. Kalau tidak dipakai (dioperasionalkan), ya kendaraan nge-pool dan tidak bisa keluar," tegas Kepala UPT Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) M Yulianto.


(Agustinus Ariawan, Yusuf Gunawan/CN34/SM Network)