• KANAL BERITA

Terduga Gerilyawan di Kenya Tewaskan Sejumlah Orang 

Sejumlah orang berdiri di dekat jenazah yang dijejerkan di tanah di sebuah lokasi tambang dimana kelompok militan melakukan serangan dan membunuh setidaknya 36 pekerja di sebuah desa di Korome, di luar kota perbatasan Mandera, Kenya, Selasa (2/12). Militan al Shabaab Somalia membunuh setidaknya 36 pekerja non-Muslim di lokasi tambang di Kenya Selasa lalu, memenggal setidaknya dua orang di daerah yang sama dimana mereka membajak sebuah bus dan membunuh 28 penumpangnya seminggu lalu. (Foto REUTERS/Stringer)
Sejumlah orang berdiri di dekat jenazah yang dijejerkan di tanah di sebuah lokasi tambang dimana kelompok militan melakukan serangan dan membunuh setidaknya 36 pekerja di sebuah desa di Korome, di luar kota perbatasan Mandera, Kenya, Selasa (2/12). Militan al Shabaab Somalia membunuh setidaknya 36 pekerja non-Muslim di lokasi tambang di Kenya Selasa lalu, memenggal setidaknya dua orang di daerah yang sama dimana mereka membajak sebuah bus dan membunuh 28 penumpangnya seminggu lalu. (Foto REUTERS/Stringer)

NAIROBI, suaramerdeka.com - Penyerangan sebuah bus di Kenya di dekat perbatasan dengan Somalia pada Jumat, menewaskan sejumlah orang. Diduga penyerangan dilakukan oleh gerilyawan di Kenya, Al Shabaab, demikian disampaikan Stephen Ng'etich, komandan polisi daerah Wajir.

Dilansir dari Reuters, Stephen mengatakan bus tersebut diserang di daerah yang disebut Kotulo, tanpa memberikan informasi lebih lanjut mengenai korban.

"Kelompok bersenjata menghadang sebuah bus yang hendak menuju Kenya utara sore ini... Kami menduga al Shabaab terlibat," katanya, merujuk pada kelompok gerilyawan dari Somalia.

Al Shabaab kerap menargetkan Kenya sejak negara Afrika Timur itu mengirim pasukannya ke seberang perbatasan untuk menumpas gerilyawan di tanah air mereka pada Oktober 2011.

Saluran telivisi Citizen TV melaporkan bahwa delapan orang tewas. Juru bicara Kepolisian Charles Owino mengatakan "sejumlah nyawa diyakini melayang", tanpa memberikan penjelasan detail.

Kendaraan milik Medina Bus Company itu sedang dalam perjalanan dari Wajir menuju Mandera ketika dihadang sekitar pukul 5:30 sore waktu setempat, kata Owino melalui pernyataan.

Warga setempat, Ismail Adan, mengatakan mereka yang tewas sebelumnya diperintahkan keluar bus dan ditembak dari jarak dekat. Tak ada komentar langsung dari Kepolisian mengenai hal ini.


(Ant/CN19/SM Network)