• KANAL BERITA

UKM Rebana UPGRIS Siap Buat Album

Juara Piala Habib Luthfy

JUARA NASIONAL: UKM Rebana Nurul Asatidz saat menjadi juara I Festival Shalawat Jawa tingkat nasional di Yogyakarta.
JUARA NASIONAL: UKM Rebana Nurul Asatidz saat menjadi juara I Festival Shalawat Jawa tingkat nasional di Yogyakarta.

SEMARANG, suaramerdeka.com- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Rebana Nurul Asatidz (RNA) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) berencana membuat album tahun depan. Album ini dibuat dalam rangka mengasah kreativitas dan kesenian anggota RNA yang baru saja meraih juara I nasional dalam Festival Shalawat Jawa #2 Tingkat Nasional Tahun 2019 di Yogyakarta. Ketua UKM RNA UPGRIS, Irvan Mahendra mengatakan, album ini akan jadi progres terbaru bersama rekan-rekannya.

"Rencananya ada empat lagu yang akan kami garap bersama UKM RNA. Konsepnya tetap, akan memadukan rebana dan gamelan," jelas Irvan di Semarang, Jumat (6/12).

Sentuhan gamelan Jawa, Slendro dan Pelog dalam aransemen musik, dinilainya menjadi salah satu keunggulan musik RNA. Penggunaan gamelan juga bertujuan mempertahankan tradisi dan kearifan lokal budaya. Karakter musik RNA ini terpengaruh dari band Tashoora dari Yogyakarta.

Selain itu juga pengaruh pelatih rebana, Mohammad Aniq Khoirul Basyar SPd yang memberi banyak referensi musik. "Atas bimbingan sang pelatih, kami bisa membuat musik rebana terkesan lebih megah," tandas Irvan.

Mengenai Festival Shalawat Jawa, RNA meraih juara I nasional kategori umum. Festival diselenggarakan MT Darul Hasyimi Yogyakarta, pada akhir Oktober lalu. Berkat prestasi yang diraihnya, RNA mendapatkan hadiah uang pembinaan serta membawa pulang trofi Habib Muhammad Luthfi dan Sri Sultan Hamengku Buwono KA X.  

Menurut dia, RNA yang membawakan Shalawat Tasbih Hadiningrat dan Shalawat Ya Illahana dengan aransemen musik lebih modern itu berhasil mengalahkan 15 pesaingnya. Kelompoknya mengkolaborasikan unsur tradisi dan musik dari daerah lain, seperti Aceh. Sebelumnya, Rektor UPGRIS Dr Muhdi MHum mengapresiasi perjuangan RNA hingga mencapai prestasi tertinggi.

"Kreatifitas RNA ini dapat mengubah persepsi orang tentang musik rebana. Memang tidak boleh monoton, karena musik harus terus berkembang," ungkapnya.


(Royce Wijaya/CN34/SM Network)