• KANAL BERITA

TPID DIY Optimis Inflasi Akhir Tahun Terkendali

Foto Istimewa
Foto Istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY optimis inflasi di DIY pada akhir tahun ini akan tetap terkendali. Targetnya inflasi ada pada kisaran 3,5 plus minus 1 persen dengan kecenderungan bias bawah.

"Pada November lalu, DIY mengalami inflasi 0,31 persen. TPID optimis akhir 2019 ini, angkanya masih akan terkendali," kata Kepala Perwakilan BI DIY Hilman Tisnawan, Jumat (6/12).

Lebih lanjut dia menjelaskan, inflasi yang terjadi pada bulan lalu terutama disebabkan oleh peningkatan tekanan pada kelompok harga bergejolak (volatile food). 

Kelompok ini tercatat mengalami inflasi 0,87 persen (mtm). Penyebab utamanya adalah kenaikan harga beberapa komoditas antara lain bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras. 

Berdasar Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga komoditas daging dan telur ayam ras di tingkat pengecer mencapai Rp 31.650/kg dan Rp 22.450/kg. Naiknya harga tersebut seiring dengan peningkatan permintaan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan menjelang Natal dan Tahun Baru.

Untuk komoditas bawang merah, kenaikan harga dikarenakan musim panen di sentra produksi Bantul dan Gunungkidul telah berakhir sehingga menyebabkan pasokan di pasar terbatas.

Adapun kelompok harga yang diatur pemerintah (administered prices), angka inflasi tercatat 0,19 persen. Tekanannya relatif terbatas. "Inflasi administered prices utamanya dipicu kenaikan harga tiket angkutan udara. Ini memang sesuai siklus dimana trafik angkutan udara cenderung meningkat saat akhir tahun," kata Hilman.

Dia membeberkan, lonjakan trafik moda transportasi udara sejalan dengan banyaknya aktivitas meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Selain tiket pesawat, rokok putih yang melonjak harganya juga turut menyumbang inflasi terhadap kelompok administered prices. Kenaikan harga rokok sudah berlangsung secara bertahap sejak Oktober 2019. Hal ini sebagai respon atas peningkatan cukai rokok yang berlaku per awal tahun 2020. 

Sementara itu, kelompok inti mengalami inflasi 0,21 persen, cenderung menurun dibanding tekanan bulan sebelumnya. Deflasi harga emas perhiasan menjadi sumber utama menurunnya tekanan inflasi inti.


(Amelia Hapsari/CN19/SM Network)