• KANAL BERITA

Peluang Bawaslu untuk Dapatkan SDM Berkualitas

Pilkada Blora

Santoso Budi Susetyo, S.sos. (suaramerdeka.com / Urip Daryanto)
Santoso Budi Susetyo, S.sos. (suaramerdeka.com / Urip Daryanto)

MENJELANG perhelatan Pilkada Blora 2020, lembaga  penyelenggara pemilu telah bersiap diri. KPUD  Blora misalnya, beberapa waktu lalu mengadakan sosialisasi tentang pilkada tersebut, sementara Bawaslu Blora juga telah action, diantaranya melakukan rekruitmen anggota Panwascam.  

Yang menarik, adalah membludaknya jumlah pelamar, dimana dalam sejarah di Kabupaten Blora baru kali ini pendaftar Panwascam mencapai 304 orang. Padahal yang dibutuhkan untuk 16 kecamatan hanya 48 orang.

Adalah anggota DPRD Blora, dari PKS, Santoso Budi Susetyo, S.Sos mengamati fenomena membludaknya pelamar rekrutmen anggota Panwascam tersebut. Sekaligus muncul sebuah harapan, semoga hal itu merupakan indikasi keberhasilan dari Bawaslu dalam melakukan sosialisasinya. Dimana sebagai lembaga yang strategis untuk terwujudnya Pemilu yang bermartabat serta bukti kesadaran masyarakat untuk berkontribusi demi terwujudnya pemilu yang berkualitas.  

Panwascam akan dikontrak selama 10 bulan dengan honor 1,4 juta setiap bulannya, menurut Budi, barangkalai menjadi salah satu alasan dan daya tarik tersendiri bagi pelamar. Meski sebenarnya munculnya pembiayaan itu sudah menjadi haknya sebagai konsekwensi logis  pelaksanaan regulasi yang ada.

Peluang Besar

Jumlah pelamar yang banyak tersebut, menurut kaca mata Santoso Budi, mestinya menjadi peluang besar bagi Bawaslu untuk mendapatkan SDM yang berkualitas. Apalagi  sistem rekruitmennya akan menggunakan Computer Assisted Test (CAT), yakni test tertulis online, yang kabarnya dengan sistem ini, independensi serta obyektivitas Bawaslu lebih terjamin. Pasalnya, soal ujian seleksi langsung dari Bawaslu pusat dan hasil test langsung bisa diketahui saat itu juga.

Dikatakan, Panwascam sebagai bagian penting proses Pemilu mempunyai tugas yang tidak ringan. Dibutuhkan kecakapan lapangan, kejelian, kecermatan serta  independensi. Ujian berat bagi anggota Panwascam adalah, saat peserta kontestasi pemilu menawarkan materi atau keuntungan yang lain agar pengawas pemilu bekerja berpihak dengan salah satu calon.

"Komitmen moral harus terjaga jangan sampai rumor bahwa pengawas pemilu bekerja atas dasar like and dislike terbukti. Dibutuhkan kesiapan fisik dan mental yang prima, karena tugas pengawasan dimulai dari persiapan penyelenggaraan, pelaksanaan sampai dengan pasca pemilu yang finalnya adalah penetapan calon terpilih,'' beber  Santoso Budi Susetyo, S.Sos.


(Urip Daryanto/CN26/SM Network)