• KANAL BERITA

Rencana Pemindahan dan Pembangunan Ibu Kota Negara Baru Didiskusikan di Belanda

Smart, Green, dan Sustainable

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

DEN HAAG, suaramredeka.com - KBRI Den Haag didukung Diaspora Indonesia Task Force Livable Cities di Belanda telah menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) mengenai Pemindahan Ibu Kota Negara, di Delft, pada 2 Desember lalu.

FGD ini dilatarbelakangi oleh rencana Pemerintah RI untuk memindahkan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur. Pemerintah mencanangkan dimulainya pembangunan ibu kota pada tahun 2020. Sebagai tahap awal rencana pemindahan Ibu Kota Negara, saat ini telah berlangsung sayembara desain ibu kota. Panitia sayembara telah menerima 292 desain dan pemenag desain diharapkan akan dapat diumumkan pada akhir Desember 2019.

FGD menghadirkan pembicara-pembicara terkemuka baik yang hadir langsung di Belanda maupun yang memberikan paparan dari Indonesia dan Amerika Serikat melalui Skype. FGD dihadiri lebih dari 60 peserta yang secara antusias mengikuti sejumlah paparan yang mengupas berbagai perspektif mengenai rencana pemindahan ibu kota.

Membuka FGD, Dubes RI Den Haag, I Gusti A. Wesaka Puja, menyampaikan harapan adanya berbagai masukan terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara, terutama mengingat banyaknya pengalaman dan juga expertise di Belanda termasuk di kalangan diaspora, di bidang isu tata kota, smart dan sustainable city. Tak hanya itu, Dubes juga menyampaikan berbagai potensi kerja sama, termasuk investasi pengembangan tata kota di wilayah Ibu Kota Negara baru bagi pengusaha Belanda di berbagai bidang pembangunan infrastruktur.

Di antara para pembicara, hadir Ketua Satgas Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Negara Kementerian PUPR, Ir. Imam Santoso Ernawi, MCM, MSc. Tidak hanya menyoroti tentang aspek perencanaan kebutuhan lahan, Imam Santoso Ernawi juga menjelaskan tentang visi pembangunan Ibu Kota Negara yang mengedepankan identitas nasional, dan direncanakan akan dibangun sebagai kota yang smart, green, beautiful dan sustainable.

Dia menyampaikan penghargaan kepada KBRI Den Haag yang telah memelopori sosialisasi mengenai pemindahan Ibu Kota Negara kepada publik di luar Indonesia, termasuk kepada instansi pemerintah, kalangan bisnis, diaspora, maupun pelajar di Belanda.

Seluruh peserta tampak antusias mengikuti paparan dari seluruh narasumber dan pada sesi tanya jawab diskusi berkembang antara lain seputar masa depan Jakarta pasca pemindahan Ibu Kota Negara, pertimbangan fasilitas yang ramah lingkungan dan ramah bagi kaum difabel, serta pandangan masyarakat Dayak lebih jauh mengenai rencana pemindahan Ibu Kota Negara.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)