• KANAL BERITA

Petani Purwojati Diajak Mulai Olah Lahan

foto: suaramerdeka/dok
foto: suaramerdeka/dok

PURWOJATI, suaramerdeka.com - Meskipun intensitas hujan masih rendah di musim hujan ini, para petani di wilayah Desa Purwojati Kecamatan Purwojati terus didorong mulai melakukan proses pengolahan lahan pertanian mereka. Diharapkan, beberapa hari kedepan intensitas hujan terus meningkat, sehingga lahan pertanian warga bisa mendapat pengairan, dan tanaman mereka tumbuh subur.

Ajakan itu didengungkan Kepala Desa Purwojati, Kasam Utomo dalam berbagai pertemuan bersama warga masyarakat di desanya. Seperti yang dilakukan dalam rapat rukun tetangga di RT 02 RW 07, baru-baru ini. Ia terus momotivasi para petani agar bisa segera mengolah lahan dan melakukan penanaman, karena wilayah Kabupaten Banyumas saat ini sudah masuk musim hujan, meskipun intensitasnya masih sangat rendah.

"Himbauan kami, meskipun belum sering turun hujan, masyarakat bisa mengolah lahannya. Semoga setelah proses pengolahan dan menanam, hujan bisa sering turun, sehingga pertanian bisa subur," ajaknya. Tak bisa dipungkiri, musim kemarau tahun ini, lahan pertanian di wilayah Desa Purwojati banyak yang tidak bisa diolah, lantaran lahan tak mendapatkan pasokan air.

Berdasarkan pantauan Suara Merdeka, kondisi pengairan sejumlah areal pertanian warga di Desa Purwojati tampak masih minim. Namun, sejumlah petani sudah mulai melakukan proses pengolahan lahan pertanian mereka menggunakan mesin traktor dan tenaga manual. Hujan yang terjadi beberapa kali belakangan ini, membantu proses pengolahan lahan menjadi tidak terlalu keras.

Karena, pada kesempatan sebelumnya, saat masih memasuki musim kemarau, tampak hamparan lahan pertanian warga mengalami retak-retak dan tandus. "Sebelum hujan lahan belum bisa diolah, karena lahan kering. Jadi terpaksa dibiarkan 'nganggur' sampai musim hujan tiba. Alhamdulillah sekarang sudah mulai turun hujan, meskipun baru beberapa kali dan sebentar," ujar Yati, salah satu petani.

Karena sudah memasuki musim hujan, pihaknya berupaya melakukan pengolahan lahan. Namun teknik penanaman tanaman padi dilakukan dengan cara berbeda, karena lahan masih belum gembur. Penanaman bukan dengan cara tanam mundur (tandur) pada umumnya. Namun, seperti menanam di ladang-ladang. Diharapkan hujan bisa sering terjadi beberapa hari kedepan agar areal pertanian warga bisa mendapatkan pengairan.


(M Abdul Rohman/CN34/SM Network)