• KANAL BERITA

Masyarakat Harus Tertib Parkir di Tempat Resmi

Kurangi Premanisme Parkir Liar

PARKI LIAR : Beberapa Oknum pelaku parkir liar di Kawasan Kota Lama ditegur Dinas Perhubungan Kota Semarang, Rabu (4/12). Oknum tersebut mematok tarif Rp 5 ribu untuk kendaraan roda dua di tempat parkir larangan. (sM/Dok)
PARKI LIAR : Beberapa Oknum pelaku parkir liar di Kawasan Kota Lama ditegur Dinas Perhubungan Kota Semarang, Rabu (4/12). Oknum tersebut mematok tarif Rp 5 ribu untuk kendaraan roda dua di tempat parkir larangan. (sM/Dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Masyarakat sudah selaiknya tertib dalam menggunakan fasilitas umum. Misalnya dengan tidak parkir sembarangan di trotoar. Tindakan parkir sembarangan hanya akan membuat tumbuhnya parkir liar dan praktik premanisme yang menarik tarif sembarangan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Endro PM meminta masyarakat menggunakan lokasi parkir resmi. Misalnya di kawasan wisata Kota Lama Semarang yang sudah disediakan beberapa kantung parkir. “Trotoar itu lokasi larangan parkir. Pakailah kantung parkir yang resmi,” katanya, kemarin.

Pihaknya menanggapi keluhan masyarakat yang seringkali mendapati aksi premanisme dari parkir liar yang mematok tarif tinggi. Seperti di Kota Lama yang juga sudah seringkali dilakukan penertiban. Namun tetap saja pelaku parkir liar kucing-kucingan

Untuk menuju kantung-kantug parkir resmi di Kota Lama misalnya, sudah dilengkapi dengan penunjuk arah. Sehingga sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak menggunakannya meskipun sedikit lebih jauh. “Plank penanda arah itu sudah terpasang tiga hari lalu. Jadi lebih mudah,” katanya.

Adapun letak kantung parkir tersebut berada di dalam dan seberang kantor Damri di Sleko Kota Lama . Kemudian depan Satlantas Kota Lama,  serta di dekat Taman Garuda.

Sementara itu pantauan di kawasan Kota Lama, masih banyak kendaraan roda dua dan roda empat yang menggunakan trotoar untuk parkir. Seperti di kompleks pertokoan, rumah makan, hingga kafe-kafe.

Anggita (23) mengaku resah dengan tindakan yang tidak disiplin seperti itu. Bahkan tindakan itu dilakukan oleh anak-anak muda yang berpendidikan. Di mana seharusnya sudah tahu ketertiban umum.

“Di kafe-kafe itu kan yang datang anak-anak muda. Anak kuliahan, anak kantoran. Tapi parkirnya sembarangan di trooar depan kafe, depan toko. Sayangnya, yang punya usaha juga tidak melarang,” katanya.

Dia berharap Pemkot Semarang mampu menindak masyarakat yang parkir sembarangan, serta tukang parkir liar. Begitupun dengan pemilik kafe ataupun toko yang tidak memberikan arahan pelangganya untuk parkir di tempat yang tersedia.


(Diaz Abidin/CN34/SM Network)