• KANAL BERITA

Ditemukan Pengusaha Kerupuk Rambak Masih Gunakan Ratusan LPG Subsidi

Industri pangan kerupuk kulit (rambak) yang berlokasi di Kota Semarang diketahui masih menggunakan LPG subsidi dalam produksinya. (Suaramerdeka.com /dokumentasi)
Industri pangan kerupuk kulit (rambak) yang berlokasi di Kota Semarang diketahui masih menggunakan LPG subsidi dalam produksinya. (Suaramerdeka.com /dokumentasi)

SEMARANG, suaramerdeka.com. Industri pangan kerupuk kulit (rambak) yang berlokasi di Gayamsari, Kota Semarang diketahui masih menggunakan LPG subsidi dalam produksinya. Hal itu ditemukan saat sidak yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) IV  Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Disperindag, Satpol PP dan Polrestabes Kota Semarang serta Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) bersama Hiswana Migas DPC Kota Semarang, Kamis (5/12).

Dalam sidak tersebut ditemukan sebanyak 110 tabung LPG 3 Kg di empat industri kerupuk rambak. 

Sales Branch Manager Pertamina Kota Semarang, Alam Kanda Winali mengatakan keempat industri tersebut mempunyai omzet yang sangat besar sehingga tidak dapat dikategorikan sebagai usaha yang berhak menggunakan LPG 3 kg bersubsidi. 

Dalam kesempatan tersebut, mereka secara sukarela menukarkan LPG 3 kg menjadi 56 tabung 5,5 kg LPG non subsidi Bright Gas. 

"Dari hasil sidak keempat tempat usaha tersebut, ditemukan informasi sebanyak total 1.340 tabung LPG 3 kg bersubsidi digunakan setiap bulannya. Artinya, jika diberikan secara merata kepada keluarga miskin yang berhak, sebanyak 382 KK bisa mendapatkan LPG 3 kg bersubsidi tersebut," katanya. 

Pjs Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV, Arya Yusa Dwicandra menambahkan bahwa sidak ini merupakan hasil koordinasi dan kerjasama seluruh pihak dari dinas terkait serta aparat kepolisian sebagai bagian dari pengawasan penyaluran tepat sasaran LPG 3 kg bersubsidi.

“Kami terus menghimbau dan mengingatkan kepada masyarakat mampu dan para pengusaha bahwa sesuai Pasal 3 ayat (1) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2007 Tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram, penyaluran LPG 3 kg bersubsidi hanya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan usaha mikro," jelasnya.


(Cun Cahya/CN34/SM Network)