• KANAL BERITA

Bantul Berangkatkan 10 Transmigran Ke Kalimantan Utara

Foto Istimewa
Foto Istimewa

BANTUL, suaramerdeka.com - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul, kemarin memberangkatkan 10 kepala keluarga (KK) dengan 27 jiwa ke Kabupaten Bulungan, Propinsi Kalimantan Utara.

Para transmigrasi dari Bumi Prodjotamansari bakal menempati Satuan Pemukiman Tanjuka Buka SP 6B, Kabupaten Bulungan, Propinsi Kalimantan Utara.

''Mereka yang berangkat itu, adalah 10 KK dengan jumlah 27 jiwa,'' kata Istirul Widilastuti, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans, Kabupaten Bantul,

Lebih lanjut Istirul Widilastuti mengatakan, pemberangkatan transmigran asal Bumi Projotamansari ini merupakan hasil sharing ABPD Kabupaten Bantul sebesar Rp 700 juta untuk 10 kepala keluarga.

Dari 10 kepala keluarga tersebut, lanjut dia, sebanyak 3 kepala keluarga berasal dari Desa Mangunan, 2 kepala keluarga dari Desa Muntuk dan yang lainnya 1 kepala keluarga dari desa Bangunjiwo, Jambidan, Mulyodadi, Gadingsari dan Desa Bantul.

Sebelum diberangkatkan ke lokasi transmigrasi, para peserta transmigrasi diberikan pembekalan bercocok tanam dengan tanaman yang cocok dengan tanah yang ada di daerah transmigrasi.

Di Kalimantan Utara, menurut dia, ada beberapa kebutuhan sayuran seperti cabai didatangkan dari Jawa, bahkan ada yang didatangkan dari Sulawesi.

Sehingga para transmigran, kedepannya diharapkan bisa menyuplai kebutuhan sayuran hingga beras di Kalimantan Utara. Dengan demikian, Kalimantan Utara tidak perlu lagi mendatangkan cabai dan sayuran dari daerah lain.

Selama 1 tahun, para transmigran akan mendapatkan jatah hidup atau jadup selama 1 tahun. Pemda Bantul juga memberikan uang saku sebesar Rp 10 juta untuk setiap kepala keluarga.

''Kita juga memberikan pemantauan kepada para transmigran dengan mendatangi para transmigran, untuk memastikan kondisi mereka dalam kondisi baik,'' ujarnya.

Istirul mengatakan, sebelum diberangkatkan tim dari Disnakertrans juga telah melakukan survey daerah yang nantinya bakal ditempati oleh transmigran.

"Kita memastikan dahulu daerah yang dituju sudah siap atau belum, kalau sudah siap baru kita berangkatkan ke daerah tujuan,'' katanya.

Sementara Bupati Bantul, Suharsono mengatakan, ketika sudah memutuskan untuk transmigrasi maka hatinya harus kuat dan tetap semangat untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Jadi transmigrasi salah satu tujuannya, adalah untuk membantu pembangunan di wilayah tujuan. ''Yang penting kalau bendera masih merah putih, maka itu masih saudara kita. Yang penting tetap semangat,'' ujarnya.

Suharsono juga berharap, para transmigran bisa bersosialisasi dengan warga lokal, sehingga ketika saling mengenal maka akan ada hubungan yang harmonis antara transmigran dengan warga lokal.

''Apalagi berasal dari Yogyakarta dengan budaya gotong-royong, saling menyapa tentu akan lebih mudah bersosialisasi dengan warga lokal,'' katanya.


(Sugiarto/CN19/SM Network)