• KANAL BERITA

Hotel Wajib Tampung Produk UMKM

Foto Istimewa
Foto Istimewa

SLEMAN, suaramerdeka.com - Kabupaten Sleman telah memiliki kebijakan tentang pemberdayaan usaha mikro yang dituangkan dalam Peratura Daerah (Perda) Nomer 19 Tahun 2019. Salah satu ketentuan pasalnya mewajibkan pengelola pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan hotel bintang empat untuk menampung produk dan menyediakan ruang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Tujuannya untuk memberikan perlindungan kepada pelaku usaha mikro dari aspek pemasaran. Menindaklanjuti aturan itu, Dinas Koperasi dan UKM Sleman memfasilitasi pertemuan UMKM yang telah dikurasi dengan pengusaha hotel dan restoran. Pada awal Desember ini, temu usaha mengundang 22 pelaku UMKM dan 23 pengusaha hotel dan restoran.

Di kegiatan ini, para UMKM berkesempatan menginformasikan dan mengenalkan produknya secara langsung kepada pengusaha kelas besar. Kepala Dinkop UKM Sleman Pustopo menutukan, temu usaha adalah upaya mengembangkan kemitraan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi UMKM di Sleman, khususnya keterbatasan pemasaran. 

"Yang dimaksud kemitraan adalah kerjasama saling mengembangan antara pengusaha kecil dengan pengusaha besar. Dari pertemua ini bisa terjalin hubungan kemitraan yang berkesinambungan," ujarnya.

Hasil dari temu usaha yang diadakan awal pekan ini, ada 4 pelaku usaha hotel dan resetoran yang menindak lanjuti dengan penandatanganan komitmen yakni Lafayette  Hotel dengan Joglo Ayu Tenan berupa produk jewelry, Prime Hotel dengan UMKM Jasmirana berupa produk kulit dan tenun, Hotel Crystal Lotus  dan UC UGM Hotel dengan K-Nez untuk aplikasi pemasaran berbasis IT, serta penjajagan University Hotel dengan K-Nez. 

Menyikapi adanya aturan itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Sleman Joko Paromo meminta kepada seluruh anggotanya agar taat. Teknisnya, produk UMKM bisa ditampung secara kontinyu maupun insidentil ketika ada event atau rapat di hotel maupun restoran.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Sudarningsih mengatakan, kemitraan dengan UMKM lokal menjadi salah satu aspek penilaian sapta pesona bagi hotel.

"Disarankan agar hotel dan restoran mempunyai pojok UMKM. Selain membantu pemasaran juga memberikan kemudahan bagi tamu hotel dalam memenuhi kebutuhan belanja oleh-oleh," katanya.


(Amelia Hapsari/CN19/SM Network)