• KANAL BERITA

Japah dan Pengkoljagong, Desa Inovatif Penanggulangan Kemiskinan

PENGHARGAAN : Wabup  Arief Rohman menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pihak yang berkontribusi signifikan bagi penanggulangan kemiskinan di Blora. (suaramerdeka.com / Abdul Muiz)
PENGHARGAAN : Wabup Arief Rohman menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pihak yang berkontribusi signifikan bagi penanggulangan kemiskinan di Blora. (suaramerdeka.com / Abdul Muiz)

BLORA, suaramerdeka.com – Dua desa di Kabupaten Blora mendapat penghargaan sebagai desa inovatif dalam pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan. Kedua desa itu, yakni Desa Japah, Kecamatan Japah dan Desa Pengkoljagong, Kecamatan Jati.

Selain kedua desa ittu, Pemkab Blora memberikan penghargaan kepada, kecamatan, organisasi perangkat daerah (OPD) serta lembaga lainnya yang berkontribusi dalam program percepatan penanggulangan kemiskinan. Penghargaan diserahkan Bupati Djoko Nugroho diwakili Wakil Bupati  Arief Rohman di acara rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan Kabupaten Blora di pendopo rumah dinas Bupati.

Desa Japah menerima penghargaan karena memperoleh predikat sebagai desa maju dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi 2019. Adapun Desa Pengkoljagong dinilai berhasil melibatkan masyarakat miskin dalam pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Sementara kecamatan yang menerima penghargaan adalah Kecamatan Sambong, Kecamatan Kedungtuban dan Kecamatan Jiken. ‘’Ketiga kecamatan itu telah menyelesaikan pembentukan tim penanggulangan kemiskinan tingkat kecamatan dan semua desa,’’ ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora Samsul Arief.

Adapun OPD yang mendapat penghargaan adalah Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Pemkab juga memberikan penghargaan kepada Baznas dan Bank Jateng atas kontribusi dalam mendukung program penanggulangan kemiskinan di Blora. Wakil Bupati Arief Rohman selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) mengemukakan, tingkat kemiskinan di Blora setiap tahun mengalami penurunan, namun angkanya masih di bawah rata-rata nasional dan Provinsi Jateng.

Berdasarkan data, tingkat kemiskinan Kabupaten Blora hingga Maret 2018 11,90 persen (102.500 jiwa) dibanding tahun 2017 mencapai 111.900 jiwa (13,04 persen). Blora berada di peringkat 23 dari 35 Kabupaten/Kota se Jawa Tengah, dan masih masuk zona merah. Tingkat kemiskinan di Blora lebih besar dari rata-rata Jawa Tengah 11,32 persen dan rata-rata nasional 9,82 persen.


(Abdul Muiz/CN26/SM Network)