• KANAL BERITA

Teritori Indonesia Bukan Hanya Daratan

Jelang Peringatan Hari Nusantara Nasional 2019

PENJELASAN: Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Widodo Muktiyo memberikan penjelasan di depan peserta dalam kegiatan Temu Netizen Nusantaraku Berdaulat,Indonesiaku Maju. (suaramerdeka.com / dok)
PENJELASAN: Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Widodo Muktiyo memberikan penjelasan di depan peserta dalam kegiatan Temu Netizen Nusantaraku Berdaulat,Indonesiaku Maju. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Indonesia adalah negara kepulauan besar terdiri dari daratan dan perairan. Oleh pemerintah, peringatan Hari Nusantara Nasional pada 14 Desember mendatang bakal dijadikan penegasan bahwa wilayah Indonesia tidak hanya daratan.

“Pada tanggal tersebut (14 Desember) bisa sebagai momentum bahwa teritori negara kita bukan hanya daratan saja,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Widodo Muktiyo, Kamis (5/12).

Tahun ini, peringatan Hari Nusantara Nasional akan dipusatkan di Kota Pariaman, Sumatera Barat pada 14 Desember pekan depan dengan mengusung tema Nusantaraku Berdaulat, Indonesiaku Maju. Hari Nusantara yang jatuh tiap 13 Desember menjadi peringatan atas Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957 silam.

“Hari Nusantara menjadi peringatan atas Deklarasi Djuanda yang merupakan pernyataan Pemerintah RI mengenai wilayah perairan Indonesia sebagai wilayah teritorial yang menyatu dengan wilayah daratan, bahwa semua perairan yang menghubungan daratan itu adalah bagian dari NKRI,” ujar dia.

Menurutnya, Deklarasi Djuanda dianggap sebagai Deklarasi Kemerdekaan Indonesia kedua. Sebab, lewat  deklarasi itu, Indonesia merajut dan mempersatukan kembali wilayah dan lautannya yang luas, menyatu menjadi kesatuan yang utuh dan berdaulat.

“Sebab, dahulu sebelum Deklarasi Djuanda, wilayah Indonesia terpisahkan laut. Indonesia saat itu hanya memiliki hak laut 12 mil dari garis pantai saja. Deklarasi Djuanda inilah yang menyatukan negeri ini, sehingga darat dan laut tidak terpisahkan,” tuturnya.

15 Kementerian

Melalui Keppres No.126/2001 Hari Nusantara dikukuhkan setiap tanggal 13 Desember dan mulai diperingati sebagai salah satu Hari Nasional. Lebih lanjut diutarakannya,  Hari Nusantara 2019 nanti bakal melibatkan 15 Kementerian yang menjalankan program besar ini. 

Dari peringatan Hari Nusantara Nasional ini, jeals dia, pihaknya hendak menghimpun lagi tali silaturahmi antar anak bangsa di antara berbagai elemen masyarakat Indonesia dan menjadi ajang mendalamkan prinsip-prinsip Indonesia sebagai negara kepulauan.  “Dari momentum inilah, generasi muda diajak kembali memahami esensi wawasan nusantara sebagai manifestasi deklarasi Juanda itu,” imbuh Widodo.

Terkait misi yang disasar pada momentum tahun ini,  pemerintah menargetkan adanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya lewat pembangunan ekonomi kelautan dengan cara melibatkan  peran serta masyarakat dalam bentuk usaha kecil menenngah atau UKM.

Dalam momentum ini, masyarakat yang hadir akan diperkenalkan lebih dalam tentang laut sebagai sumber potensial dan perekat budaya maritim serta didorong kembali untuk mengembangan berbagai industri kelautan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. “Lewat peringatan ini juga diharapkan dapat mewujudkan sistem pertahanan yang handal yang dapat mempertahankan dan menjaga NKRI,” tandas dia.


(Gading Persada /CN26/SM Network)