• KANAL BERITA

Perubahan Nomenklatur Diharapkan Dongkrak Danais

Foto: wikipedia
Foto: wikipedia

SLEMAN, suaramerdeka.com - Nomenklatur kecamatan dan kelurahan di DIY  bakal berubah. Kecamatan di tingkat kabupaten akan menjadi Kapanewon, dan tingkat kota menjadi Kemantren, sedangkan nomenklatur desa berubah menjadi Kalurahan.

Nomenklatur beberapa organisasi perangkat daerah juga akan disesuaikan seperti Dinas Kebudayaan menjadi Kundha Kabudayan, dan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang menjadi Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman Aji Wulantara mengungkapkan, perubahan istilah itu mengacu UU Nomer 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY. "Dengan perubahan nomenklatur, keistimewaan DIY akan benar-benar nampak. Tidak asal beda saja tapi karena DIY punya asal-usul," kata Aji, Kamis (5/12).

Dengan semakin tumbuhnya semangat dalam membangun keistimewaan DIY, maka akan memunculkan inovasi pemanfaatan dana keistimewaan (danais) demi menjawab berbagai tantangan dan dinamika kebudayaan. Lebih jauh, hal itu diharapkan berimplikasi terhadap peningkatan anggaran danais.

"Bukan cuma nominalnya tapi pada prinsipnya pemanfaatan danais bisa sampai ke desa dan masyarakat. Harapannya ke depan, sikap dan perilaku bisa lebih njawani, mencerminkan orang Ngayogjakarto," imbuhnya.

Tahun depan, Kabupaten Sleman akan menerima kucuran danais sebesar Rp 44,77 miliar. Dana itu akan digunakan untuk pembiayaan lima program dengan 17 kegiatan, dan Rp 29 miliar di antaranya untuk pengadaan tanah terkait rencana pembangunan Taman Budaya Sleman. Adapun tahun ini, danais dialokasikan Rp 16,45 miliar. Pemanfaatannya untuk 15 kegiatan pada empat program antara lain pelestarian cagar budaya, warisan budaya, dan adat seni tradisi serta lembaga.

Terpisah, Sekda Sleman Sumadi mengatakan, peraturan daerah terkait perubahan nomenklatur saat ini masih disiapkan. Ditargetkan, pembahasan rampung pada akhir Desember 2019. Setelah itu akan dilanjutkan sosialisasi ke tingkat masyarakat.  "Untuk penerapannya, kami masih menunggu arahan dari Pemda DIY," tutup Sumadi.


(Amelia Hapsari/CN26/SM Network)