• KANAL BERITA

LPW Berupaya Tingkatkan Kesejahteraan Petani

SIAP DIDISTRIBUSIKAN: Ribuan kantong-kantong beras yang  sudah siap untuk didistribusikan ke berbagai wilayah dan masyarakat  prasejahtera di Indonesia. (suaramerdeka.com / dok)
SIAP DIDISTRIBUSIKAN: Ribuan kantong-kantong beras yang sudah siap untuk didistribusikan ke berbagai wilayah dan masyarakat prasejahtera di Indonesia. (suaramerdeka.com / dok)

BLORA, suaramerdeka.com - Direktur Program ACT Wahyu Novyan menuturkan, Lumbung Pangan Wakaf (LPW) binaan Global Wakaf-ACT sebagai induk program dari LBW berupaya  meningkatkan kesejahteraan petani dengan melakukan beberapa tahapan. Ada beberapa tahapan yang dilakukan. Pertama, penyediaan lahan pertanian. Wakaf pangan mencoba menjaga lahan agar tidak dialihfungsikan ke hal lain dengan jaminan status wakaf lahan.

"Kedua, kami melakukan pembelian hasil panen di atas  harga  pasar  sehingga  lebih  menguntungkan petani. Ketiga, kami lakukan  pendampingan petani, seperti budidaya pertanian berupa standardisasi benih, pengolahan lahan, penanaman dan perawatan serta  pengolahan pascapanen. Keempat, pendirian Lembaga Keswadayaan  Wakaf Desa (LKWD). Selain itu, kami juga menyediakan pabrik pengolahan padi berupa huller and drying,” katanya.

Menurut data Kementerian Agraria dan Tata Ruang menunjukkan dalam enam tahun terakhir (2013-2018) luas baku sawah secara nasional menyusut cukup signifikan, 8,32% atau sekitar 645 ribu hektar.

Adapun luas area cetak sawah baru pada 2014-2018 hanya sekitar 215 ribu hektar. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut luas lahan pada 2018 tinggal 7,1 juta hektare, turun dibanding 2017 yang masih 7,75 juta hektare. Dengan kondisi Indonesia berada di urutan 73 di dunia dengan tingkat kelaparan kategori serius, 10,8 juta penduduk miskin kategori ekstrim, dan 2,02 persen kenaikan harga bahan pangan di tahun 2019.

Kondisi di atas dapat mengancam ketahanan pangan nasional. Untuk itu, demi menjaga ketersediaan pangan dan mencegah alih fungsi lahan, Global Wakaf-ACT telah mempelopori berdirinya Lumbung Pangan Wakaf (LPW) sebagai induk program dari Lumbung Beras Wakaf (LBW). Prinsip LPW menggunakan wakaf sebagai penggerak dengan menjaga hasil panen dan kesinambungan lahan yang tidak boleh dialihfungsikan untuk kebutuhan lainnya.

Dengan tanah kelola seluas 98 ha di Blora, program Lumbung Beras Wakaf (sub-program LPW) akan mendukung beberapa program pangan seperti Beras untuk Santri (Berisi) untuk memenuhi kebutuhan beras di pesantren-pesantren, Humanity Rice Truck yang akan mendistribusikan beras bagi keluarga prasejahtera, Humanity Food Truck yang siap memberikan makanan siap santap bagi masyarakat prasejahtera, serta untuk menyuplai kebutuhan Ritel Wakaf untuk diperjualbelikan kepada publik.

Pada peluncurannya, LBW mendistribusikan 5 ton beras kepada 1.000 warga prasejahtera di Desa Jipang, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Bantuan beras ini disambut positif oleh warga Desa Jipang yang menerimanya.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)