• KANAL BERITA

Di Negara Lain Takut, di Negeri Sendiri Malah Melanggar

Foto: istimewa
Foto: istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Menkumham, Yasonna H Laoly mengaku sedikit heran dengan perilaku sebagian masyarakat terkait dengan kesadaran hukum dalam kehidupan sehari-hari. Pasalnya, mereka tak jarang bersikap tak konsisten. Sebelumnya, dia menjelaskan panjang lebar tentang korelasi antara keberadaan masyarakat sadar hukum dengan kemajuan sebuah bangsa yang tak bisa disepelekan. Keduanya, tegasnya, saling berkaitan.

Makin tinggi kesadaran hukum masyarakat makin pesat pula kemajuan yang diraih sebuah negara. Yassona pun mencontohkan kemajuan negara lain yang aturan hukumnya dipatuhi pula para tamu yang datang seperti Singapura.

"Kenapa Singapura cepat maju, karena masyarakatnya sadar hukum, kita saja gak berani melanggar hukum karena tahu kerasnya aturan buang sampah di sana misalnya, tapi lain di kampung orang beda lagi di kampung sendiri," katanya saat meresmikan "Desa/Kelurahan Sadar Hukum di Jabar 2019" di Bandung, Rabu (4/12).

Dengan kondisi seperti itu. Yasonna menyebut tak jarang menimbulkan persoalan seperti banjir yang di antaranya berasal dari perilaku membuang sampah sembarang dan juga perlakuan terhadap hutan yang kendati sudah diancam dengan peraturan tetap saja tak dihiraukan. Untuk itu, dia berharap kehadiran desa-desa sadar hukum bisa memberikan kontribusi bagi upaya penegakan hukum. Terlebih, dengan kebijakan pemerintah yang menempatkan porsi pembangunan lebih besar dilakukan di desa.

Hal itu mencakup pula dengan masuknya investasi yang diharapkan bisa disikapi secara tepat dan cepat dengan mengedepankan pertimbangan aturan main yang berlaku. "Pemerintah ingin mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi. Diharapkan, pembangunan di daerah bisa dimusyawarahkan sehingga investasi bisa diterima dengan baik, mereka akan dapat lapangan kerja, pajak juga dapat, dan ini akan lebih mudah sepanjang masyarakatnya mempunyai kesadaran hukum yang tinggi," katanya.

Di tempat sama, Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengharapkan kehadiran desa sadar hukum bisa memperkuat pengembangan pedesaan terutama dalam penggunaan anggaran yang semakin besar. Tanpa pengetahuan yang memadai, pihaknya khawatir kehadiran anggaran itu bukan malah memajukan desa tapi membuat pejabat desa berurusan dengan hukum.

"Karena itu, kita akan melakukan pembinaan dan juga penyuluhan terhadap desa-desa apalagi ada anggaran beragam sumber baik dari pusat maupun provinsi, jangan sampai ini yang seharusnya jadi anugerah malah berubah jadi musibah karena persoalan hukum," jelasnya.dwi


(Setiady Dwi/CN26/SM Network)