• KANAL BERITA

KBRI Den Haag Luncurkan Dua Produk Perlindungan bagi WNI di Belanda

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

DEN HAAG, suaramerdeka.com - Dalam rangka memberikan layanan dan perlindungan yang optimal bagi WNI, KBRI Den Haag telah menyusun dua Buku Panduan terkait Aturan Keuangan, Perpajakan dan Subsidi Belanda serta Buku Panduan mengenai Perkawinan Campur (mixed marriage) atau gemengde huwelyk. Kedua tema ini diangkat karena menjadi permasalahan dominan yang riil dihadapi WNI di Belanda.

Kasus terkait keuangan banyak dihadapi oleh masyarakat pebisnis, pegawai dan mahasiswa WNI di Belanda. Sementara itu, menurut catatan KBRI Den Haag, untuk tahun 2019 saja terdapat sebanyak enam kasus berat terkait perkawinan campur.

Kedua Buku Panduan mencoba untuk mengupas berbagai hal penting yang berkaitan. Buku Panduan Keuangan misalnya menjelaskan objek yang dikenakan pajak dan pihak yang berhak mendapatkan dispensasi pajak sesuai aturan Belanda. Sementara Buku yang kedua menerangkan antara lain, ketentuan umum, administrasi, status kewarganegaraan, pembagian waris, perceraian dan juga perjanjian pranikah dalam konteks perkawinan campur.

Sebagai langkah lanjut dari penyusunan Buku Panduan, KBRI Den Haag pada 30 Nopember 2019 telah mengadakan kegiatan diskusi terbatas untuk mendapatkan respon awal pembaca dan memperkaya bahasan kedua isu itu. Hadir dalam diskusi, Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, I Gusti A. Wesaka Puja, Tim Penulis, wakil-wakil akademisi, WNI pelaku bisnis, tokoh masyakarat Indonesia dan pasangan perkawinan campur.

Dalam sambutan pembukanya, Dubes RI menggarisbawahi upaya KBRI Den Haag yang senantiasa mencari terobosan dan inovasi untuk memberikan layanan dan perlindungan terbaik kepada WNI yang tinggal di Belanda. "Penyusunan kedua Buku Panduan ini merupakan perwujudan nyata dari upaya perlindungan KBRI Den Haag yang lebih bersifat preventif dan edukatif," katanya.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)