• KANAL BERITA

Kecamatan Borobudur Terbebas dari Buang Air Besar Sembarangan

Asisten Administrasi Umum Kabupaten Magelang Asfuri Muhsis menandatangani deklarasi Kecamatan Borobudur bebas buang air sembarangan, Senin (2/12). (suaramerdeka.com/Eko Priyono)
Asisten Administrasi Umum Kabupaten Magelang Asfuri Muhsis menandatangani deklarasi Kecamatan Borobudur bebas buang air sembarangan, Senin (2/12). (suaramerdeka.com/Eko Priyono)

MAGELANG, suaramerdeka.com - Untuk menunjang kemajuan pariwisata, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, dideklarasikan telah terbebas dari buang air besar sembarangan. Deklarasi open defecation free (ODF) atau warga tidak buang air sembarangan dilakukan di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Ngargogondo, Senin (2/12).

''Deklarasi ODF dan pernyataan bebas dari buang air besar sembarangan ini akan sangat menunjang kemajuan pariwisata terutama di Kawasan Candi Borobudur,'' kata Camat Borobudur, Nanda Cahyadi Pribadi.

Selebihnya disebutkan, perkembangan ODF di Kecamatan Borobudur telah berjalan sejak 2010. Desa pertama yang mendeklarasikan diri sebagai desa yang sudah bebas dari buang air besar sembarangan adalah Desa Kenalan yang diikuti oleh desa lainnya. Dari 20 desa, hingga 2018 masih ada 16 desa yang belum ODF.

Tapi sejak saat itu terus bertahap, ada enam desa yang menyusul untuk mendeklarasikan diri sebagai desa bebas dari buang air besar sembarangan. Kemudian dilanjutkan 10 desa yang lain. ''Alhamdulilah 20 desa di Kecamatan Borobudur hingga akhir 2019 ini sudah tuntas dan dinyatakan bebas dari buang air besar sembarangan,'' kata Camat.

Asisten Administrasi Umum Kabupaten Magelang, Asfuri Muhsis mengatakan, Pemerintah Indonesia sedang melakukan upaya percepatan dan peningkatan akses sanitasi yang layak untuk mencapai target nawacita Presiden 100.0.100. Yaitu 100 persen akses air minum, nol persen kawasan kumuh, dan 100 persen akses sanitasi.

Ada lima tujuan yang ingin dicapai pada sanitasi total. Meliputi stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengolahan air minum dan makanan yang aman, pengelolaan sampah dengan benar, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga yang aman.

Dia mengapresiasi atas kerja keras Dinas Kesehatan, Camat, para kepala desa di Kecamatan Borobudur sehingga saat ini Borobudur sebagai salah
satu komunitas stop buang air besar sembarangan. Hingga saat ini di Kabupaten Magelang telah ada tujuh kecamatan yang bebas buang air besar sembarangan. Yakni Windusari, Ngluwar, Muntilan, Candimulyo, Salaman, Secang, dan Borobudur.

Dia berharap segera disusul oleh kecamatan lain dengan akses pemasangan jamban. Prosentase saat ini 90,07 persen, yang berarti masih kurang 9,03 persen. ''Kalau sudah 100 persen Kabupaten Magelang bisa mendeklarasikan diri sebagai kabupaten yang ODF,'' pungkas Asfuri.


(Eko Priyono/CN40/SM Network)