• KANAL BERITA

IDP Dorong Purworejo Jadi Kabupaten Inklusi

Para difabel yang tergabung dalam Ikatan Disabiltas Purworejo (IDP) menggelar konvoi kendaraan bermotor dalam peringatan Hari Disabiltas Internasional (HDI) di seputar kota Purworejo, Selasa (3/12). (suaramerdeja.com/Panuju Triangga)
Para difabel yang tergabung dalam Ikatan Disabiltas Purworejo (IDP) menggelar konvoi kendaraan bermotor dalam peringatan Hari Disabiltas Internasional (HDI) di seputar kota Purworejo, Selasa (3/12). (suaramerdeja.com/Panuju Triangga)

PURWOREJO, suaramerdeka.com – Pentas seni tradisional dan konvoi kendaraan bermotor memeriahkan peringatan Hari Disabiltas Internasional (HDI) yang digelar oleh Ikatan Disabiltas Purworejo (IDP), Selasa (3/12). Pada momentum peringatan kali ini, IDP berharap agar Purworejo bisa menjadi Kabupaten Inklusi yang ramah dengan disabilitas.

Rangkaian peringatan HDI diawali dengan pentas kesenian tradisional lengger dan kuda lumping yang dimainkan oleh anggota difabel di Sekretariat IDP di Jalan Mayjen Sutoyo. Selanjutnya dilakukan konvoi kendaraan bermotor dengan rute seputar kota Purworejo dan finish di Pendopo Kabupaten. Kemudian digelar Sarasehan dan Seminar Komunitas Dan Pemerintah bertajuk Disabilitas Unggul untuk Purworejo Inklusif menuju Indonesia Inklusif.

“Dalam peringatan HDI 2019 ini, kami mengajak pengurus dan anggota IDP serta masyarakat yang terdiri dari kalangan pejabat daerah, akademisi, petugas kesehatan, kepolisan, dan Muspika terlibat dalam kegiatan,” ungkap Ketua IDP, Harnoto.

Konvoi diikuti sekitar 200 peserta menggunakan sekitar 80 kendaraan berupa sepeda motor roda tiga, roda dua, viar, serta mobil yang dikendarai oleh seluruh anggota IDP dan pemerhati difabel dengan pengawalan dari Patwal Satlantas Polres Purworejo. Digelarnya konvoi ini selain untuk menyosialisasikan HDI juga untuk mengenalkan bahwa difabel ada dan berdaya.

“Konvoi ini bertujuan mengenalkan difabel kepada seluruh masyarakat Purworejo, bahwa difabel ada dan berdaya, tidak dapat dipandang sebelah mata karena menjadi bagian dari masyarakat,” tuturnya.

Dalam kegiatan sarasehan dan seminar, lanjut Harnoto, pihaknya mengundang kurang lebih 23 SKPD Purworejo, komunitas/organisasi sosial, warga atau keluarga difabel dan OYPMK (Orang Yang Pernah Mengalami Kusta) untuk hadir. Seminar menghadirkan narasumber Pramono Murdoko, pemerhati difabel dan pendamping desa inklusi dari Yayasan Karinakas.

Harnoto menambahkan, IDP juga sangat berterimakasih kepada pihak yang telah memberikan kemudahan dan kelancaran pelayanan publik yang sama layaknya masyarakat pada umumnya. Menurutnya, lDP merasakan betul di tahun 2019, telah banyak intansi atau lembaga pemerintah maupun swasta yang ikut berkontribusi dalam membantu, baik secara materi atau pun non materi.

“Harapan kami Purworejo bisa menjadi Kabupaten Inklusi yang ramah dengan disabilitas. Sehingga disabilitas dapat berperan dalam berbagai aspek pembangunan di Purworejo,” imbuhnya.

Sarasehan dan seminar dibuka oleh Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Setda Purworejo, Pram Prasetyo Achmad, mewakili Bupati. Acara juga dihadiri unsur Forkopimda dan sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Dalam sambutannya, Pram Praseyo, antara lain mengatakan bahwa beberapa upaya inklusif untuk menjadikan tidak ada yang ditinggal dalam pembangunan telah dilakukan secara bertahap oleh pemerintah. Sehingga, sekarang sudah ada beberapa pola kesempatan bagi disabilitas, bahkan formasi rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) juga sudah mulai dibuka untuk disabilitas.

Pram Prasetyo menambahkan, mengingat keterbatasan kemampuan anggaran daerah, diakui belum bisa maksimal dalam membantu meningkatkan kesejahteraan disabilitas, meskipun sudah ada beberapa program dalam APBD seperti Jadup (jaminan hidup) dan KUBE.

“Tapi belum maksimal, harapannya di tahun-tahun yang akan datang ada hal yang bisa kita lakukan secara bertahap, sehingga Pemerintah Daerah semakin hadir dalam rangka kehidupan kesejahteraan teman-teman disabilitas,” imbuhnya.


(Panuju Triangga/CN40/SM Network)