• KANAL BERITA

Siapkan Dana untuk Naik Haji Bisa lewat Investasi Emas

Foto Istimewa
Foto Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Untuk bisa menunaikan ibadah haji ada cara terbaik mengumpulkan uang dan bebas dari riba, yaitu dengan cara investasi emas. Sebab, emas menjadi investasi paling menjanjikan untuk masa depan. 

Misalnya, emas nilainya cenderung naik, emas juga merupakan barang yang mudah dijual maupun dijadikan jaminan saat membutuhkan uang dalam waktu yang cepat.  

"Emas untuk melindungi nilainya tidak diharamkan dalam Islam. Jadi ketika butuh, emas bisa dijual. Yang tidak boleh itu menimbun karena pemiliknya harus mengeluarkan zakat dari emas tersebut," kata Kepala Divisi Inovasi Produk Keuangan Syariah KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah) Yosita Nur Widayanti di Jakarta.

Bagi umat Islam yang ingin menyiapkan dana untuk berhaji bisa lewat investasi emas. Dengan catatan emasnya harus dilihat kadarnya dan sebaiknya diproduksi oleh perusahaan tambang Indonesia yang bersertifikasi. 

"Pada dasarnya saat ingin berinvestasi, nasabah harus tahu risikonya apa. Jangan ikut-ikutan tren," tuturnya.

Sementara Sekretaris Dirjen Penyelenggaraaan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Ramadhan Harisman mengungkapkan, sampai saat ini sesuai peraturan perundang-undangan, setoran dana haji pertama Rp 25 juta per orang harus dalam bentuk uang tunai.

"Dalam masa tunggu, calon jemaah haji bisa menginvestasikan dananya. Asalkan syaratnya investasinya bukan berbau riba dan harus dalam bentuk syariah," kata Ramadhan.

Sebenarnya, kata Ramadhan, ongkos naik haji (ONH) itu Rp 70 jutaan. Namun, jemaah hanya dibebankan separuhnya. Ambil contoh ONH 2019, jemaah dibebankan Rp 35,2 juta. Sisanya diambil dari hasil pengembangan investasi dana setoran awal jemaah.

"Komponen biaya haji itu berasal dari jemaah dan hasil investasi. Kalau dibilang kenapa nilai investasi dana hajinya sedikit karena memang tidak boleh mengandung unsur ribanya. Makanya dana haji kami investasikan di perbankan syariah, surat berharga syariah, emas batangan," terangnya.

Bagi jemaah yang ingin investasi emas untuk melunasi ONH, sah-sah saja. Karena Kemenag juga melakukannya.


(Prajtna Lydiasari/CN19/SM Network)