• KANAL BERITA

Berharap 48 Panwascam Terpilih Berorientasi Misi Bawaslu

MEMBELUDAK: Jumlah pendaftar hari terakhir pendaftaran seleksi calon anggota Panwascam Pilkada Blora 2020, Selasa (3/12) membludak. (suaramerdeka.com /Urip Daryanto)
MEMBELUDAK: Jumlah pendaftar hari terakhir pendaftaran seleksi calon anggota Panwascam Pilkada Blora 2020, Selasa (3/12) membludak. (suaramerdeka.com /Urip Daryanto)

SEHARI sebelum pendaftaran seleksi calon anggota Panwascam Pilkada Blora tahun 2020, jumlah pendaftar dari 16 kecamatan yang ada di Blora mencapai 193 orang. Dilihat dari kebutuhan tiga orang anggota per kecamatan, dengan anggapan jumlah pendaftar di masing-masing kecamatan angkanya sama, bisa dikatakan tingkat persaingan untuk menjadi anggota Panwascam cukup sengit.

Yakni, jumlah anggota Panwascam di masing-masing kecamatan tiga orang sehingga kebutuhannya anggota Panwascam keseluruhan ada 48 orang. Dengan kondisi itu, berarti nantinya minimal satu orang harus mampu menyingkirkan empat orang. Sebagai catatan, di hari terakhir batas pendaftaran yakni Selasa (3/12) tambahan peserta yang mendaftar tidak signifikan.

Banyak pihak berharap, fenomena banyaknya peminat warga Blora yang ingin menjadi anggota Panwascam tersebut bukan sebagai indikator mereka hanya ingin mencari pekerjaan dengan imbalan gaji, melainkan, siapapun yang nanti terpilih berorientasi dengan visi Bawaslu Blora, yakni menciptakan Pilkada Blora yang berkualitas.  

Ketua Bawaslu Blora, Lulus Mariyonan, SP, mengatakan angka 193 pendaftar dari jumlah yang dibutuhkan 3 orang per kecamatan, sementara waktu pendaftarannya  masih satu hari lagi, diharapkan bisa menjadi gambaran betapa masyarakat di Blora percaya, peduli, legitimate bahkan menaruh ekspektasi yang tinggi terhadap keberadaan Bawaslu Blora.

Dari beberapa diskusi kecil antar insan media lokal di Blora, muncul harapan bahwa banyaknya pendaftar seleksi Panwascam tersebut benar-benar cerminan  masyarakat di Blora percaya, peduli, legitimate bahkan menaruh ekspektasi yang tinggi terhadap keberadaan Bawaslu Blora.

''Itu harapan kami, sehingga siapa kelak yang terpilih menjadi anggota Panwascam di Blora benar-benar senafas dengan misi dari Bawaslu, yakni menciptakan Pemilu yang berkualitas dan bisa meminimalisasi politik uang,'' ungkap Roy, salah satu pengelola web lokal di Blora.

Menurutnya, justru jangan sebaliknya, yakni mereka ingin menjadi anggota Panwascam hanya semata mencari pekerjaan dengan mendapatkan imbalan atau gaji. Senada dengan harapan itu, Lulus menyatakan Bawaslu juga akan "menggiring" pada situasi itu, yakni insan Panwascam yang benar-benar menjalankan fungsinya melakukan pengawasan sehingga bisa tercipta Pilkada yang berkualitas. ''Petugas kami juga menanyakan maksud dan tujuan dari pendaftar Panwascam, apa tujuan jika kelak menjadi anggota panwascam,'' ungkap Lulus.   

Minim Penghasilan

Menanggapi adanya "kicauan" bahwa besarnya minat pendaftar seleksi Panwascam tak bisa dilepaskan adanya motif mencari pekerjaan, Lulus tidak menampik hal itu, Hanya saja diterangkan, untuk honor yang akan diterima Panwascam di Blora dapat digolongkan minim.

Dijelaskan, soal honor Panwascam berbasis Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) tanggal 1 Oktober 2019 honor Panwascam untuk 10 bulan sama dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), sebesar Rp 1.450.000. ''Angka ini sesuai kemampuan daerah, sehingga jauh dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Dimana mestinya sesuai PMK besarnya Rp 2,2 juta untuk Ketua sedangkan honor pada pemilu terakhir 1.600 untuk anggota,'' jelas Lulus Mariyonan. Ditambahkan, nantinya hasil seleksi Panwascam akan dilantik tanggal 23 Desember 2019 dan akan mulai honor per Januari 2020.

Sementara itu perkembangan terakhir tentang pendaftar seleksi Panwascam Pilkada Blora 2020, H-1 menjelang penutupan, total pendaftar ada 193 orang, masing-masing terdiri 124 pendaftar pria dan 69 pendaftar wanita. Jumlah itu akan terus bertambah drastis, menyusul pantauan di lapangan, Selasa (3/12), pendaftar yang datang di Sekretariat Bawaslu Blora tampak membludak.

Ditanya adanya beberapa kecamatan yang minim pendaftar, menurut Lulus Mariyonan, mengacu Bawaslu akan mengutamakan anggota Panwascam di masing-masing kecamatan yang ada di Bora, khusus untuk kecamatan yang minim pendaftar akan diperpanjang masa pendaftarannya. ''Ada dua kecamatan yang berpotensi kurang pendaftar yakni Kecamatan Bogorejo dan Jiken, namun untuk menentukan langkah berikutnya akan dilihat perkembangan hingga Selasa (3/12) sore,'' tandas Lulus.

Sebagaimana diketahui, jadwal seleksi Panwascam Pilkada Blora 2020, setelah masa pendaftaran yang berakhir tanggal 3 Desember 2019, akan dilanjutkan pengumuman seleksi administrasi 12 Desember 2019. Berikutnya, tanggapan dan masukan dari masyarakat 12 -15 Desember 2019, test tertulis dan wawancara 13 - 17 Desember, pengumuman hasil test wawancara 18 Desember 2019. Sementara itu untuk jadwal pelantikan dijadwalkan tanggal 20 - 21 Desember 2019 mendatang.


(Urip Daryanto/CN26/SM Network)