• KANAL BERITA

Perpres Zakat PNS Akan Kerek Penerimaan Zakat

Foto: suaramerdeka.com/Dok
Foto: suaramerdeka.com/Dok

BANDUNG, suaramerdeka.com - Wakil Ketua Baznas Pusat, Zainulbahar Noor menyebut Perpres tentang Zakat PNS diharapkan segera diteken Presiden Jokowi. Langkah itu diharapkan bisa meningkatkan perolehan zakat secara signifikan.

"Begitu diteken Pak Jokowi, zakat yang dihimpun diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp 1 triliun perbulan," katanya pada kegiatan Gebyar Festival Zakat dan Baznas Jabar Award Tahun 2019 di Gedung Budaya Sabilulungan, Soreang,  Kabupaten Bandung, Senin (2/12) malam.

Menurut dia, Baznas baru bisa menghimpun zakat sebesar Rp 8,1 triliun pertahun. Jumlah ini masih jauh nilainya dibandingkan dengan potensi zakat nasional yang mencapai Rp 217 triliun.

Dengan peraturan zakat dari PNS, pihaknya akan menghimpun dana zakat dari aparatur sipil negara yang berjumlah sekitar 4,5 juta personil. Mekanismenya melihatkan Kemenkeu yang mengonsentrasikan dana zakat tersebut.

Dalam kaitan itu, Pemprov Jabar yang mendapatkan penghargaan dari Baznas sebagai pelopor dalam penghimpunan zakat di lingkungannya, sudah rutin melakukan kebijakan tersebut terutama zakat profesi.

"Setiap bulannya, Rp 1,7 miliar dana zakat dari PNS Pemprov Jabar masuk ke Baznas yang dipotong langsung dari TPP PNS," kata Kepala Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial Pemprov Jabar, Ida Wahida Hidayati di tempat yang sama.

Menurut dia, kontribusi zakat dari PNS di lingkup Pemprov Jabar berpotensi bertambah. Pasalnya, mereka belum memasukan profesi guru pasca penyerahan pengelolaan tanggung jawab SMA dan SMK ke dalam program tersebut. Jumlahnya cukup signifikan.

"Jumlahnya sekitar 29 ribu orang guru yang belum dipotong zakatnya sehingga ada kesemparan di tahun depan. Dengan demikian, penerimaan zakat akan meningkat lagi," tandasnya.

Sedangkan Ketua Baznas Jabar, Arief Ramdani menyatakan bahwa potensi di Jabar pun cukup besar. Nilainya sekitar Rp 26,8 triliun. Hanya saja, realita di lapangan masih harus dibarengi kerja keras.

"Dari potensi tersebut, dana zakat yang terhimpun baru Rp 750 miliar. Karena gerakan zakat ini masih harus digalakan lagi sehingga nilai kebermanfaatannya bisa lebih besar dan merata," katanya.


(Setiady Dwi/CN39/SM Network)