• KANAL BERITA

Resto Jatirasa Kaliwungu Kembali Dibuka

Pengelola Resto Jatirasa berfoto bersama usai melaksanakan Tasyakuran. (suaramerdeka.com/Hanief Sailendra)
Pengelola Resto Jatirasa berfoto bersama usai melaksanakan Tasyakuran. (suaramerdeka.com/Hanief Sailendra)

KENDAL, suaramerdeka.com -  Berbisnis usaha di bidang kuliner memang tidaklah mudah. Apalagi mengembalikan nama usaha kuliner yang sudah ditutup. Namun tidak bagi Asfian Septa Hartanto (36) atau yang akrab disapa Fian. Dia bersama keempat rekannya mencoba membangun kembali kejayaan nama Resto Jatirasa, di wilayah Sawah Jati Kaliwungu, Kabupaten Kendal.

Dengan cara modal bersama atau patungan, Fian mengajak H. Wachidin Yunus, Ibnu Fikri, Dwi Rahayu dan Unis, membuka kembali Resto Jatirasa yang sudah tidak beroperasi selama setahun lebih tersebut. Menurutnya, meski dengan manajemen dan konsep baru, untuk menu masih tetap yang sama, namun kita kemas dengan sajian dan paket yang berbeda serta mengusung konsep edutainment yang mengajak orang untuk berwiraswasta.

Dijelaskan oleh Fian, mengembalikan nama usaha yang pernah tutup dengan modal kecil maupun besar terasa sangat sulit bagi seorang pemula. Karena memang untuk membangun kembali usaha, di perlukan mental dan keberanian yang kuat meskipun itu hanya sebatas usaha kecil menengah. Sering kali bayang- bayang akan resiko kerugian dan kegagalan terbesit di dalam fikiran kita, sehingga membuat kita enggan untuk memulai usaha. Belum lagi keterbatasan modal dan keahlian yang kita miliki.

“Resto Jatirasa ini merupakan hasil usaha milik Koperasi Pemuda Kaliwungu (KOPEKA). Menu andalannya adalah masakan ayam dan bebek, baik digoreng maupun dibakar. Resto Jatirasa pernah mengalami pasang-surut dalam pengelolaan sehingga ditutup sementara. Dan alhamdulillah hari ini kami melaksanakan tasyakuran untuk memulai dan mengembangkan Resto Jatirasa ini,” ujar pria alumni Fisip Undip ini kepada suaramerdeka.com, Senin (2/12).

Ditambahkan oleh Pengelola Resto Jatirasa, H. Wachidin Yunus, Resto Jatirasa ini mempunyai tiga ruangan, ruangan pertama atau utama ada didepan, kemudian ruang kedua adalah ruang khusus pertemuan atau untuk meeting pengunjung, kemudian ruang terakhir berada di belakang, khusus untuk pengunjung suka lesehan. “Dengan nuansa persawahan, Resto Jatirasa menambah nyaman para pengunjung,” ujarnya.

Sementara itu di tempat yang sama, manajemen Resto Jatirasa, Dwi Rahayu mengatakan, para pebisnis kuliner, biasanya menginginkan usaha yang dibangun selalu ramai pengunjung. Tetapi, mereka lupa, ada kalanya bisnis ini mengalami pasang-surut, dimana kadang bisa ramai, kadang bisa sepi pengunjung. Jika tidak dikelola dengan baik dan dengan konsep yang dapat menarik para konsumen, keadaan ini bisa membuat bisnis sepi dan tidak menarik.

Ditambakan oleh Dwi Rahayu, dalam mengembangkan kembali Resto Jatirasa, yang pertama kami perhatikan adalah konsep, menentukan konsep yang unik agar memiliki nilai jual yang menarik. Kemudian menciptakan suasana nyaman untuk pengunjung, contohnya soal kebersihan yang dijaga. Langkah selanjutnya, kami akan menguatkan menu andalan dengan citarasa yang “ngangeni”.

“Setelah konsep, suasana nyaman dan menu, baru kita memikirkan harga dan kualitas, jangan menjual menu yang mahal jika kualitas biasa saja. Tentu pembeli akan mikir 2 kali untuk membelinya. Harga yang ramah dikatong namun kualitasnya juara,” tambah CEO Rahayu Farm ini.

Ditambahkan oleh Ibnu Fikri, dalam pengelolaan Resto Jatirasa, kami akan mengutamakan fasilitas yang disediakan untuk para pengunjung, seperti toilet yang bersih, wifi gratis, tempat duduk yang nyaman, atau bisa juga menambahkan spot-spot unik untuk berfoto. Setelah itu baru kami memikirkan pengembangan, dengan memanfatkan media sosial sebaik mungkin, salah satunya adalah untuk mempromosikan Resto Jatirasa agar dikenal banyak orang. Yang terakhir adalah bekerja sama dengan go-food atau ojek online untuk mengantarkan makanan, karena ada saja orang yang malas keluar rumah untuk membelinya atau terlampau jauh dari resto dan beralih ke online untuk memesannya.

“Usaha ini adalah usaha bersama, modal bersama, dan masing-masing mempunyai hak dan kewajiban yang sama, hanya dibedakan dalam kapasitas tugas. Semoga kedepannya Resto Jatirasa akan memberikan nuansa baru bagi penikmat kuliner di Kaliwungu pada khususnya dan Kendal pada umumnya,” pungkasnya.


(Hanief Sailendra/CN39/SM Network)