• KANAL BERITA

Taruna Akmil Gelar Latihan Praja Bakti

KESIAPAN LATIHAN: Sebanyak 525 taruna tingkat II dan III Akmil melakukan laporan kesiapan latihan Praja Bakti yang akan digelar di Sleman (DIY), 28 November sampai 3 Desember mendatang, Rabu (27/11). (suaramerdeka.com / Eko Priyono).
KESIAPAN LATIHAN: Sebanyak 525 taruna tingkat II dan III Akmil melakukan laporan kesiapan latihan Praja Bakti yang akan digelar di Sleman (DIY), 28 November sampai 3 Desember mendatang, Rabu (27/11). (suaramerdeka.com / Eko Priyono).

MAGELANG, suaramerdeka.com - Wakil Gubernur Akmil Brigjen TNI Wirana Prasetya Budi SE  menerima laporan kesiapan latihan Praja Bakti Taruna/Taruni Akmil tingkat II dan III TP 2019/2020 di Lapangan Resimen Taruna Kesatrian Akmil Magelang, belum lama ini. Pesertanya untuk tingkat II sebanyak 298 taruna dan tingkat III sebanyak 227 taruna.

Gubernur Akmil Mayjen TNI Dudung Abdurachman dalam amanatnya yang dibacakan Wakil Gubernur Brigjen TNI Wirana Prasetya Budi SE mengatakan, salah satu fungsi utama TNI yaitu pembinaan teritorial (binter) dengan beberapa metoda bakti TNI, pembinaan komunikasi sosial dan pembinaan ketahanan wilayah. Wujud implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam pembinaan teritorial TNI adalah Latihan Praja Bakti yang sangat bermanfaat bagi taruna/taruni. Terutama dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang pentingnya kemanunggalan TNI dan Rakyat.

Selebihnya disebutkan, latihan itu juga memberikan pembekalan kepada taruna/taruni untuk dapat meningkatkan kualitas kepemimpinan lapangan secara aplikatif dan melatih bagaimana cara memecahkan berbagai persoalan sosial yang ada di masyarakat.

Dewasa ini, masalah-masalah ekonomi, sosial dan budaya yang ada di masyarakat sangat dipengaruhi oleh demokrasi dan arus globalisasi yang berdampak menurunnya sikap kesadaran berbangsa dan bernegara. Terutama kesadaran bela negara, penegakan hukum dan HAM, disiplin nasional, serta wawasan kebangsaan.

Jaga Sikap

Berkaitan dengan hal tersebut Gubenur Akmil berharap dalam melaksanakan kegiatan tersebut para taruna/taruni harus selalu menjaga sikap yang baik dan penuh keteladanan, sehingga keberadaannya benar-benar dapat mewujudkan nilai-nilai integrasi dan kemanunggalan TNI dan rakyat. Sejarah telah membuktikan bahwa kunci keberhasilan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa Indonesia di masa lalu adalah bersatunya kekuatan TNI dan rakyat.

"Sebagai calon pemimpin TNI di masa depan, taruna/taruni harus memegang teguh jati diri TNI sebagai ''Tentara Rakyat'' untuk selalu membantu kesulitan dan mendahulukan kepentingan rakyat," katanya.

Sebelum mengakhiri amanat tertulisnya Gubernur Akmil menekankan kepada para taruna/taruni maupun pendukung latihan untuk bersosialisasi dan beradaptasi dengan kondisi lingkungan masyarakat di tempat latihan. "Pahami dengan bijaksana adat istiadat maupun nilai-nilai sosial kemasyarakatan yang berlaku di daerah tersebut," pintanya.

Mereka juga diminta memelihara fisik dan kesehatan dengan baik, serta mengutamakan faktor keamanan selama mengikuti kegiatan latihan Praja Bakti. Selain itu diminta melapor kepada pelatih dan pengasuh secara hirarki bila terjadi hal-hal yang menonjol serta memerlukan tindakan lebih lanjut.

"Ingat, kalian adalah duta-duta Akademi Militer. Untuk itu, pegang teguh sikap dan perilaku serta tutur kata sebagai sosok seorang taruna yang dapat dibanggakan dan diteladani di mana pun kalian berada," tandasnya.


(Eko Priyono/CN26/SM Network)