• KANAL BERITA

BPTP Siapkan Strategi Pengembangan Ayam KUB

Staf UPBS Ayam KUB BPTP Jawa Tengah sedang memberikan vaksin kepada ayam yang baru menetas sebelum didistribusikan ke masyarakat peternak, kemarin.
Staf UPBS Ayam KUB BPTP Jawa Tengah sedang memberikan vaksin kepada ayam yang baru menetas sebelum didistribusikan ke masyarakat peternak, kemarin.

UNGARAN, suaramerdeka.com - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTPJawa Tengah mulai menyiapkan strategi pengembangan distribusi ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB). Salah satunya melalui pemberian pembekalan kelompok peternak agar mereka bisa ikut memproduksi benih ayam.

 

“Kemudian kami juga memberikan pendampingan agar kelompok peternak dapat memproduksi sendiri pakan alternatif memanfaatkan potensi yang ada di sekitarnya,” kata Kepala BPTP Jawa Tengah, Joko Pramono, kemarin.

Jika biaya pakan dapat ditekan, semula lebih dari Rp 6.000/kilogram untuk pakan pabrikan sementara pakan alternatif hanya sekitar Rp 4.500/kilogram, maka pihaknya optimistis kelompok yang ada akan lebih semangat membantu pemerintah dalam penyediaan benih ayam dengan umur dibawah 10 hari dengan varietas yang unggul.

“Dari sini sudah terlihat keuntungannya. Juga lebih efisien, dan memang layak untuk dikembangkan,” tegasnya.

Beberapa strategi itu diberlakukan karena ia menyadari, bahwa kemampuan indukan pada Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) Ayam KUB  BPTP Jawa Tengah di Sidomulyo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang belum sepenuhnya dapat melayani permintaan yang disampaikan peternak dan mayarakat umum. Dengan adanya produksi benih ayam yang dihasilkan dari peternak binaan, Joko Pramono optimistis nantinya antara jumlah permintaan dan suplai akan seimbang.

“Yang di Kudus, sudah memproduksi 1.300 ekor ayam dengan umur dibawah 10 hari setiap pekannya. Dari Salatiga ada suplai 2.000 ekor, jadi begitu. Kami selain pendampingan juga terbantu dalam hal penyediaan benih,” paparnya.

Tidak hanya di Salatiga dan Kudus, sebaran distribusi benih Ayam KUB menurut dia sudah merambah hingga ke 33 dari total 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Ketika kebutuhan untuk Jawa Tengah sudah stabil, nantinya baru beranjak memikirkan untuk memenuhi permintaan dari propinsi lain.

“Asosiasi perlu pula dibentuk, karena Yogyakarta juga sudah melakukan. Menyusul animo permintaannya sangat besar,” ucapnya.

Ketika disinggung potensi keuntungan dari memelihara Ayam KUB, dirinya menjelaskan, rasio keuntungannya terbilang baik. Ayam pejantan usia dua bulan, diperkirakan bisa menghasilkan bobot daging seberat satu kilogram. Kemudian kalau dijual di pasaran, laku rata-rata Rp 35.000/ekor.

“Varietas ini ayam kampung, bukan ayam potong. Beda juga dengan ayam kampung super atau joper, tetapi ayam kampung yang diseleksi murni tanpa silangan. Mutunya serta rasa dagingnya lebih unggul,” ujar dia.


(Ranin Agung/CN34/SM Network)