• KANAL BERITA

Satu Penumpang Satu Pelampung, Standar Keselamatan Kapal Rakyat

Kemenhub Beri Bimbingan Teknis untuk Masyarakat Maritim

Kepala   Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP), Direktorat Jenderal Perhubungan Laut , Kementerian Perhubungan, Erika Marpaung (tengah) berfoto bersama pemateri dan peserta. (SM/Diaz A Abidin)
Kepala Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP), Direktorat Jenderal Perhubungan Laut , Kementerian Perhubungan, Erika Marpaung (tengah) berfoto bersama pemateri dan peserta. (SM/Diaz A Abidin)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Seratusan orang dari kalangan maritim, awak kapal, dan pengguna jasa transportasi laut mengikuti bimbingan teknis dalam keselamatan pelayaran (marine safety). Bimbingan teknis penggunaan perlengkapan alat keselamatan pelayaran di kapal pada pelabuhan rakyat  dilangsungkan di kantor KSOP Kelas I Tanjung Emas, Semarang, Kamis (21/11).

 

Banyak materi yang disampaikan oleh para profesional. Salah satu materi tentang pentingnya penggunaan pelampung. Lifejacket termasuk salah satu pelampung yang paling dasar dan harus dimiliki setiap penumpang. Karena masih banyak jenis-jenis pelampung yang lain.

“Satu orang itu idealnya satu pelampung. Satu lifejacket paling standar itu, minimal orang tidak tenggalam. Lau kalau ada kecelakaan kapal di mana jatah penumpang 200 orang, tapi isinya 300 orang itu ada kesalahan di sana. Apalagi jumlah pelampung yang tidak sesuai,” jelas Kepala   Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP), Direktorat Jenderal Perhubungan Laut , Kementerian Perhubungan, Erika Marpaung.

Pada bimbingan teknis tersebut, BTKP menyasar masyarakat maritim dengan kapal-kapal rakyat kecil. Sebab jumlah kapal-kapal kecil di pelabuhan rakyat amat sangat banyak. Sementara kesadaran keselamatan masih minim.

“Kalau di kapal-kapal besar di atas 300 GT itu mereka sudah banyak yang tahu tentang standar keselamatan. Nah kalau yang kapal kecil-kecil ini di bawah 300 GT, hingga di bawah 7 GT ini yang belum paham. Mereka terbiasa merasa aman. Ini yang kita sentuh bimbinganya hingga ke bawah,” jelasnya.

Targetnya, lanjut Erika, kapal-kapal kecil yang tidak diatur standarnya  dalam  konvensi internasional itu tetap mengerti tentang keselamatan pelayaran.

“Minimal ada dasar dasar keselamatan yang harus dipahami dan bagaimana cara menggunakannya. Kalau secara menyeluruh itu, darit pelampung, pemadam kebakaran dan lain-lain termasuk radio komunikasi itu ada 20 an alat standar keselamatan untuk kapal kecil, kapal rakyat ini,” jelasnya.

Sementara itu Kepala KSOP Kelas I Tanjung Emas Semarang Ahmad Wahid menerangkan sasaran utama bimbingan teknis kepada pengguna kapal di bawah 7 GT. Karena kapal-kapal nelayan ini juga banyak jumlahnya di Jawa Tengah.

“Untuk data pasti jumlah kapal-kapal kecil ini di Jawa Tengah belum ada. Masih dalam penghitungan dari petugas lintas sektor. Saat ini yang terdata sekitar 50 ribuan,” jelasnya.


(Diaz Abidin/CN34/SM Network)